Jumat, 18 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Pakansi

Bakso Kuburan Mantan, Kuliner Mengejutkan dari Eks TKI Asal Sukabumi
Ini Sungai Terpendek di Sukabumi, Mungkin Juga di Indonesia, Bahkan Dunia
Mitos Ki Hamali di Balik Keindahan Curug Cikaso
Pantai Ujung Genteng Segera Miliki Masjid Terapung
Ini Tempat Makan Murah Meriah di Cibadak
Curug Sawer, Tak Ada Tempat Seperti Ini
Dapoer Mang Boel, Tongkrongan Hits Remaja Sukabumi
Bakso Kelapa, Godaan Baru Pecinta Kuliner di Kota Sukabumi
Curug Banteng, Kabupaten Sukabumi, Pilihan Wisata Akhir Pekan
Sediakan Warung Sarapan Gratis, Pria di Kota Sukabumi Ini Patut Ditiru


Skateboard Kota Sukabumi, Antara Kebersamaan dan Berkompetisi

Minggu, 09 April 2017 - 13:03:25 WIB


Skateboard Kota Sukabumi, Antara Kebersamaan dan Berkompetisi
© Dok. Pribadi
Para skateboarder Kota Sukabumi.

SUKABUMIUPDATE.com - Frank Nasworthy, seorang peselancar asal California, Amerika Serikat, adalah orang pertama yang menciptakan skateboardpada sekitar pertengahan 1940-1950. Tujuan awal Frank, tentu saja hanya mencari alternatif berselancar di darat,  ketika ombak di laut tengah kecil.

Sehingga tidak heran jika papan pertama yang dibuat, hampir mirip papan surfing, namun ukurannya agak kecil, dan diberi ban roller skate. Pada 1970-an, Frank membuat ban skateboard dari bahan polyurethane. Sejak itu, popularitas skateboard pun berkembang pesat. Terlebih setelah salah satu pabrik di California memodifikasi papan-papan skateboard dan menjadikannya mendunia.

Di Indonesia sendiri, skateboard mulai masuk pada tahun 80-an. Walaupun tidak diketahui sejak tahun berapa skateboard mulai populer di Kota Sukabumi, namun keberadaannya kini, tidak sekadar media kongkow dan memupuk kebersamaan. Skateboard kini, mulai digandrungi kalangan muda Kota Mochi sebagai media berkompetisi.

Wenda Saputra, salah seorang skateboarder mengatakan, aktivitas yang ia lakoni bersama komunitasnya, lebih kepaida memupuk kekebersamaan. “Siapa pun boleh mengikuti aktivitas skate ini, tidak ada pungutan biaya atau sejenis ospek buat masuk komunitas skateboard ini,” kepada sukabumiupdate.com, Minggu (9/4).

Yang penting, menurut pemuda berusia 20 tahun itu, setiap anggota komunitas wajib memiliki attitude baik. Selain itu, di komunitas ini, ia dan teman-temannya, tidak pernah menjadwalkan harus rutin berkumpul. “Kita bebas aja, yang jelas main skateboard setiap hari, kecuali kalau lagi turun hujan, karena papan skate tidak boleh terkena air.”

BACA JUGA:

Pagelaran Seni Lukis Kota Sukabumi Diikuti 120 Peserta

Seniman dan Budayawan Bentuk Tim Mapag Seren Taun Kota Sukabumi 2017

Goa Tutul Ciracap Kabupaten Sukabumi, Masih Perawan dan Penuh Tantangan

Ditambahkan Wenda, olah raga ini juga memupuk jiwa kompetisi. Pada semua ajang kompetisi skate, semua adalah musuh, di mana mereka semua beradu trik, landing, dan lainnya. “Kita main skate bisa dibilang saudara, tetapi tidak ketika bertanding.”

Di Kota Sukabumi, lanjut Wenda, karena banyak yang berprestasi, senior-seniornya membentuk Merdeka Skateboarding Team (MST), dan sukses menjadikan skateboarding di kota ini menjadi dikenal di kota-kota lain. 

"Satu lainnya yang menjadikan MST terkanal adalah aktif mengikuti berbagai kompetisi yang digelar di kota-kota besar di Indonesia seperti, Tangerang, Bandung, Jakarta, Depok, dan lainnya," imbuhnya.

Bahkan pada setiap 21 Juni, skateboarder di seluruh dunia mengadakan Go Skateboarding Day, yaitu semacam ulang tahunnya skate di seluruh dunia, di mana setiap kota di Indonesia juga menggelar acara serupa. Dan terakhir, pada Skate Competition bulan Februari lalu, MST meraih Juara I.

Berbicara mengenai fasilitas, Wenda bersyukur, jika di Kota Sukabumi sudah tersedia fasilitas skatepark di Lapang Merdeka dan Taman Santa. “Harapan ke depannya, semoga skateboarder di Sukabumi diberi fasilitas setara Skate Park di Amerika,” pungkas Wenda.

Reporter: ANNISA RAHMATILLAH
Redaktur: ANISA SITI RIZKIA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar