Senin, 20 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Internasional

Mungkinkah Nabi Adam Itu Siwa? Ataukah Buddha?
Marwan Persentasikan Geopark Ciletuh Palabuhanratu Dihadapan 50 Delegasi Negara Peserta GGN
Rusia Blokir Dua Situs Porno Ternama
Tragis, Nenek Ini Tinggal di Kandang Babi Bertahun-tahun
Kereta Tergelincir, Dua Orang Tewas dan Puluhan Terluka
ISIS Kehilangan Tokoh Propaganda
Nonton Orang Bunuh Diri, Dua Warga Justru Tewas, Kok Bisa?
Sadis, Ayah Siarkan Aksi Bunuh Bayi Kandung dan Bunuh Diri Lewat Facebook
Nahas, Kereta Tergelincir dan Tabrak Rumah
Truk dan Bus Bertabrakan Tewaskan 12 Orang


Sirene Terdengar Mengerikan di Korea Utara, Ada Apa?

Selasa, 14 November 2017 - 12:47:17 WIB


Sirene Terdengar Mengerikan di Korea Utara, Ada Apa?
© KCNA/via REUTERS
ibuan warga Korea Utara berpartisipasi dalam upacara yang diadakan di Kim Il Sung Square untuk memberi dukungan penuh pada pemerintah Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) di Pyongyang, 10 Agustus 2017.

SUKABUMIUPDATE.com - Suara sirene terdengar di seluruh wilayah Pyongyang, ibukota Korea Utara. Sirene ini disebut sebagai pemberitahuan bahwa pemimpin Korea Utara,  Kim Jong Um telah bersiap untuk Perang Dunia III. 

Suara sirene itu, menurut jurnalis CNN, Will Ripley yang bertugas di Korea Utara, membuatnya agak ngeri. Orang-orang meningkatkan kewaspadaan mereka lewat media sosial saat sirene terdengar.

Seseorang menjelaskan suara itu terdengar mengerikan, sementara yang lain menganggap sirene itu menenangkan sebelum badai mengamuk, seperti dikutip dari Express.co.uk, 13 November 2017.

Sebelumnya, jenderal pensiunan bintang empat Amerika Serikat, Richard Engel saat diwawancarai MSNBC memperkirakan Perang Dunia III yang dipicu permusuhan Korea Utara dengan Amerika Serikat akan pecah sebelum memasuki musim panas tahun depan. Peluang pecahnya perang itu sudah mencapai 51 persen.

Kemarin, Korea Utara mengeluarkan peringatan di PBB terhadap latihan tempur 3 kapal induk Amerika Serikat dengan sejumlah kapal perang Jepang dan Korea Selatan di perairan Semenanjung Korea.

Peringatan itu dituangkan dalam surat yang ditulis Duta Besar Korea Utara untuk PBB Ja Song Nam kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Gutteres.

"Situasi terburuk terjadi di dan sekitar Semenanjung Korea," kata Ja Song Nam dalam suratnya, seperti dikutip dari Channel News Asia, 14 November 2017.

Duta Besar Korea Utara untuk PBB juga menuding Dewan Keamanan PBB menutup mata atas latihan perang nuklir yang dilakukan Amerika Serikat yang akan membawa bencana kemanusiaan.

Latihan perang yang dimaksud adalah latihan tempur 3 kapal induk Amerika Serikat bersama sejumlah kapal perang milik Jepang dan Korea Selatan di Semenanjung Korea. Latihan ini disebut diarahkan untuk merespons ancaman Korea Utara. 

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar