Selasa, 23 Mei 2017 - WIB Kota SukabumiHujan Sedang, 23 - 32 °C
KURS $ : Jual: 13.280 Beli: 13.110
Follow Us:

Top 10 Nasional

Pray For Garut, Inilah 17 Korban Meninggal yang Terindentifikasi
Diperkosa Sejak Usia 16 Tahun, Perempuan Ini Laporkan Gatot Brajamusti ke Polisi
Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang Ditawarkan pada Investor Asean
Kronologi Kasus Pembunuhan Oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Apakah Warga Sukabumi Masih Ingat, Ada Apa dengan 4 Desember?
Bupati: Germas HS Mengacu kepada 12 Indikator
Adjo Tandatangani Kesepakatan Pembentukan DOB Sukabumi Utara
Berikut Prediksi Harga Rokok Jika Jadi Naik
Ini Lho Daftar Kepala Daerah Inovatif 2016, Sukabumi Masuk Gak Ya?
Gatot Brajamusti, Akui Gelar Ritual Seks di Padepokan Cikiray Sukabumi


Sidang Ahok, Fadli Zon Heran dengan Tuntutan Jaksa

Jumat, 21 April 2017 - 06:30:49 WIB


Sidang Ahok, Fadli Zon Heran dengan Tuntutan Jaksa
© Facebook.com
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

SUKABUMIUPDATE.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Fadli Zon, mengaku heran dengan tuntutan jaksa terhadap terdakwa dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama. Menurut dia, harus didalami apakah tuntutan jaksa wajar atau tidak. Ini terkait tuntutan jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Utara terhadap Ahok sebesar satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun.

"Mungkin harus didalami oleh ahli hukum apakah ini tuntutan yang wajar atau dibuat-buat. Kita ingin hukum harus sesuai yang ada, dan seadil-adilnya," kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (20/4).

Fadli menuturkan penegakan hukum terhadap Basuki harus diteruskan. "Kalau dihentikan nanti orang berpikir ini persoalan pilkada," kata dia. Menurut dia, kasus Basuki ini murni persoalan hukum dan harus dilanjutkan meskipun berdampak pada pilkada.

Jaksa penuntut umum membacakan tuntutan terhadap Basuki dengan hukuman 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun. Jaksa menilai Ahok, sapaan Basuki, terbukti melakukan tindak pidana yang didakwakan.

Jaksa Ali Mukartono mengatakan, "Terdakwa Ir Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terbukti bersalah melakukan tindak pidana di muka umum menyatakan pernyataan permusuhan atau kebencian atau penghinaan terhadap satu golongan rakyat Indonesia sebagaimana diatur dalam Pasal 156 KUHP.

Jaksa menilai tindakan Ahok dalam kunjungan kerjanya di Kepulauan Seribu itu meresahkan masyarakat. Selain itu, perbuatan Ahok dinilai menimbulkan kesalahpahaman bagi sebagian golongan rakyat Indonesia.

 

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: NASIONAL

Berikan Komentar