Sabtu, 21 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Keluarga

Bawang Putih Efektif Sembuhkan Impotensi, Ini Pengakuan Warga Sukabumi
Wanita Sukabumi Wajib Tahu 10 Fakta Selingkuh Ini
Yava Cafe Cicurug, Menikmati Kopi dalam Ruang Multi Konsep
Salah Kaprah tentang Berendam di Air Belerang
Nama yang Paling Banyak Dipilih untuk Bayi Lelaki Sepanjang 2017
Korban Kosmetik Ilegal Serukan Kewaspadaan Pada Konsumen
Berhijab Bukan Penghalang untuk Tampil Modis dalam Balutan Busana Kerja
Hijabers Mom Community Sukabumi, Together We Share and Care
Wali Kota: Masyarakat Kota Sukabumi Hobi Belanja
Mengenal Ricin, Racun Dahsyat Pembunuh Kim Jong-nam


Siapa Lebih Pribumi di Indonesia, Cina, India, atau Arab?

Senin, 30 Januari 2017 - 19:13:37 WIB


Siapa Lebih Pribumi di Indonesia, Cina, India, atau Arab?
© kisahasalusul.blogspot.com
Ilustrasi nenek moyang pada zaman batu.

SUKABUMIUPDATE.com - Indonesia adalah representasi keberagaman. Dengan populasi lebih dari 240 juta, penduduk negara kepulauan terbesar di dunia ini terdiri atas lebih dari 300 kelompok etnis berbeda. Lalu siapa sebenarnya orang asli alias pribumi Indonesia? Apakah Cina, India, atau Arab?

Jawaban atas teka-teki siapa pribumi Indonesia bisa dilacak melalui riset genetika. “DNA menjadi penghubung antara kita dan nenek moyang serta menunjukkan dari mana asalnya,” kata Herawati Sudoyo, Deputi Bidang Penelitian Fundamental Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, dalam tulisan berjudul Melacak Leluhur Lewat DNA di majalah Tempo edisi 30 Januari 2017.

Hasil studi genetika oleh tim yang dipimpin peneliti dari Lembaga Eijkman, Merryane K. Tumonggor, menunjukkan keragaman penduduk Indonesia dibentuk dua gelombang migrasi yang dipengaruhi perubahan rupa daratan. Merryane dan koleganya dari Universitas Arizona, Institut Santa Fe, dan Institut Riset Fundamental di Universitas Massey, Selandia Baru, mengumpulkan lebih dari 6.000 sampel DNA.

Peta persebaran manusia Indonesia terbagi dalam empat tahap gelombang migrasi. Gelombang migrasi pertama terjadi 50-45 ribu tahun silam. Manusia modern masuk Indonesia lewat jalur darat selatan Asia. Kepulauan bagian barat Indonesia, seperti Sumatera, Kalimantan, dan Jawa, menyatu dengan daratan Asia (Paparan Sunda) karena muka air laut rendah. Kawasan Bali dan Lombok sudah dipisah selat dalam.

Gelombang migrasi kedua terjadi 35-16 ribu tahun silam. Manusia dari daratan Asia, terutama kawasan Indocina, masuk Indonesia lewat darat. Paparan Sunda masih ada, tapi muka air laut perlahan naik. Muka daratan Asia Tenggara saat ini sudah terbentuk sejak 8.000 tahun lalu.

Gelombang migrasi ketiga terjadi 5-4 ribu tahun silam. Kelompok dalam rumpun bahasa Austronesia dari Cina selatan dan Taiwan menyebar, baik ke Indonesia barat maupun timur. Sedangkan gelombang migrasi keempat terjadi 2.000 tahun lalu. Mulai abad ketiga hingga ke-13, kelompok proasiatik, India, Cina, dan Arab masuk Indonesia. Ada persebaran budaya Hindu, Budha, kemudian Islam.

Tim Merryane mempelajari 2.740 individu dari 70 populasi yang tersebar di 12 pulau di Indonesia. Dari studi genetika itu, pergerakan populasi manusia ke Nusantara dalam 50 ribu tahun direkonstruksi. Persinggungan dengan komunitas Cina, Arab, dan Eropa tergambar dalam variasi kromosom Y.

Secara umum, orang Indonesia memiliki kombinasi haplogroup Austronesia, Melanesia, dan Austroasiatik. Namun proporsinya berbeda, bergantung pada wilayah tempat tinggalnya. Semakin ke timur Indonesia, marka gen Melanesia akan lebih mendominasi.

Nicolas Brucato, peneliti dari Laboratorium Antropologi Molekuler dan Sintesis Citra (AMIS), Universitas Toulouse, Prancis, menyatakan warisan genetik orang Indonesia dipengaruhi aktivitas jaringan perdagangan. Dalam presentasinya di Lembaga Eijkman pada November lalu, Brucato menuturkan jalur laut Samudra Hindia dan kawasan kepulauan Indonesia menjadi perlintasan para pedagang dari Afrika Barat, India, dan Cina lebih dari 2.000 tahun.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: LIFE

Berikan Komentar