Jumat, 21 Juli 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

22 Tahun AQUA Ambil Air di Sukabumi Tanpa Izin
Tewas di Kolam Renang Cimalati, Pelajar SMA N 1 Parungkuda Kabupaten Sukabumi
Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Bertambah, Korban Jambret Payudara di Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi Rekomendasikan Penutupan Sementara Pabrik Aqua
Siapa Preman di Balik Kasus Pungli Naker di Pabrik GSI Kabupaten Sukabumi?
Kronologis Rusuh BBRP dan PP di Pamuruyan Kabupaten Sukabumi
Lagi, Pantai Citepus Kabupaten Sukabumi Telan Korban Jiwa
Marak Aksi Jambret Payudara, Ini Kesaksian Dua Wanita Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
BBRP dan PP Perang di Pamuruyan Cibadak Kabupaten Sukabumi


Siapa Bilang Cewek Sukabumi Matre, 9 dari 10 Anggap Baju Lebaran Tak Penting

Sabtu, 03 Juni 2017 - 17:54:02 WIB


Siapa Bilang Cewek Sukabumi Matre, 9 dari 10 Anggap Baju Lebaran Tak Penting
© Annissa Rahmatillah
Koleksi Butik Ermina.

SUKABUMIUPDATE.com - Sebulan setelah umat Muslim melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, menahan hawa lapar, haus, juga nafsu lainnya. Puncak dari semua itu adalah hari kemenangan yaitu Idul Fitri atau Lebaran.

Selain Idul Fitri identik dengan makanan khas tersaji, seperti ketupat, opor ayam, sambel goreng kentang, dan masih banyak lainnya, tentu saja baju baru menjadi bagian tradisi di perayaan Idul Fitri.

Hana Amalia Viranti (21), satu dari 10 wanita yang menilai baju lebaran itu penting. “Menurut saya penting, karena saya sudah di biasakan dari kecil membeli baju lebaran, dan baju lebaran juga buat saya itu hadiah dari sebuah ujian yang sudah dilewati selama satu bulan,“ jelasnya kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (3/6).

BACA JUGA: Tahukah Anda, 10 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Ini Dihuni Manula Terbanyak

Dan sembilan orang wanita lainnya, menganggap baju lebaran itu tidak penting, karena membeli baju tidak harus lebaran, dan lebaran tidak harus segala baru.

“Saya kira membeli baju lebaran itu tidak penting, karena lebaran itu bukan masalah bajunya yang baru, tapi tentang hikmah yang kita ambil pada Bulan Ramadhan, dan jika kita masih mempunyai baju yang layak pakai, kenapa harus beli yang baru, apalagi sampai memaksakan diri membeli dengan keadaan yang tidak mendukung,” ujar Visi Septiani (22).

Namun demikian, dari sembilan orang yang menyatakan tidak penting membeli baju lebaran, delapan di antaranya akan tetap membeli baju lebaran jika ada yang traktir.

BACA JUGA: Jumlah Duda Tertinggi Kabupaten Sukabumi Ada di 10 Kecamatan Ini

Menurut Siti Sarah Awaliah (20), dia akan membeli baju lebaran jika memang, bajunya dibelikan. “Ya kan kalau emang mau dibeliin baju, kenapa kita harus menolaknya, kan rizki gak boleh ditolak,” kata warga Jalan Nyomplong, Gang Bustomi, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi itu.

Dan satu di antara sembilan orang itu, tetap akan menolak baju lebaran, walaupun dibelikan. ”Tetap gak mau, lebih baik dibeliin barang yang lain,” jelas Siti Nur Ulfah.

Sementara, untuk pertanyaan, di mana biasa membeli baju, lima orang dari sepuluh orang menjawab onlineshop. ”Aku kalau mau beli baju paling di onlineshop, karena apapun model disitu ada,” ujar Sufy Irianati (21).

BACA JUGA: Ini 10 Kecamatan yang Penduduknya Paling Setia di Kabupaten Sukabumi

Dua orang dari sepuluh menjawab, butik. “Karena kalau membeli di butik, bajunya gak pasaran, karena kalau butik biasanya stok bajunya gak banyak, jadi gak pasaran,” kata Melisa Veronica (21), warga Rambay, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Sementara sisanya, menjawab di departement store, dengan alasan bisa memilih langsung, dan biasanya banyak diskon. “Selain bisa memlih langsung, banyak potongan harga jugan,” jawab Hani Zahir Alfat (22).

Reporter: ANNISA RAHMATILLAH
Penyunting: *
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar