Rabu, 22 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Internasional

Mungkinkah Nabi Adam Itu Siwa? Ataukah Buddha?
Marwan Persentasikan Geopark Ciletuh Palabuhanratu Dihadapan 50 Delegasi Negara Peserta GGN
Rusia Blokir Dua Situs Porno Ternama
Tragis, Nenek Ini Tinggal di Kandang Babi Bertahun-tahun
Kereta Tergelincir, Dua Orang Tewas dan Puluhan Terluka
ISIS Kehilangan Tokoh Propaganda
Nonton Orang Bunuh Diri, Dua Warga Justru Tewas, Kok Bisa?
Sadis, Ayah Siarkan Aksi Bunuh Bayi Kandung dan Bunuh Diri Lewat Facebook
Nahas, Kereta Tergelincir dan Tabrak Rumah
Truk dan Bus Bertabrakan Tewaskan 12 Orang


Setelah Meksiko, Giliran Peru Usir Duta Besar Korea Utara

Selasa, 12 September 2017 - 10:59:15 WIB


Setelah Meksiko, Giliran Peru Usir Duta Besar Korea Utara
© telegraph.co.uk
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memeriksa sebuah senjata selama latihan penembakan artileri Tentara Rakyat Korea.

SUKABUMIUPDATE.com - Peru mengusir Duta Besar Korea Utara sebagai respons atas  ketidakpedulian negara itu terhadap seruan masyarakat internasional agar segera mengakhiri program senjata nuklirnya.

Menurut keterangan Kementerian Luar Negeri Peru, Duta Besar Kim Hak-Chol diberi waktu 5 hari terhitung sejak Senin, 10 September 2017 untuk berkemas-kemas dan meninggalkan Peru. 

Peru menegaskan: "Negaranya berkomitmen pada solusi damai untuk menyelesaikan sengkata dan sangat tunduk paa resolusi yang dibuat Dewan Keamanan PBB."

Peru, ujar Kementerian Luar Negeri, akan melakukan segala upaya diplomatik untuk denuklirisasi Korea Utara. 

Atas pengusiran Duta Besarnya, Kedutaan Korea Utara memilih bungkam.

Pekan lalu, Meksiko juga mengusir Duta Besar Korea Utara sebagai respons atas sikap Korea Utara yang menolak mengakhiri program senjata nuklirnya. 

Agustus lalu, Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence meminta negara-negar aAmerika Latin untuk mengisolasi Pyongyang. 

Dewan Keamanan PBB kemarin, 10 September 2017 mengeluarkan sanksi baru kepada Korea Utara. Draf resolusi yang diusulkan Amerika Serikat, disetujui oleh seluruh anggota Dewan Keamanan PBB termasuk Cina dan Rusia yang dianggap sekutu Korea Utara. 

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar