Jumat, 18 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Ekonomi

Disedot Online, Penumpang Angkutan Umum di Kota Sukabumi Berkurang Hingga 80 Persen
APBD Kabupaten Sukabumi Rp3,161 T, Ini Komposisinya
Ini Cara Ribuan Karyawan PT Muara Tunggal Kabupaten Sukabumi Tolak Rentenir
Di Sukabumi, si Pleci Bisa Seharga Motor Sport
Seluruh Tol Bocimi Ditargetkan Selesai 2019
Mengintip Masa Depan Jampang dari Secangkir Kopi
Anda Perlu Ayam Kampung? Datanglah ke Cicantayan Kabupaten Sukabumi
Kisah Pelipur Lara di Gang Lipur Kota Sukabumi
Dari Nyalindung Menuju Pasar Teh Dunia
Kenikmatan Sebuah Meja Cooking Class di Kota Sukabumi


Sepekan Menjelang Lebaran, Kepadatan Juga Terjadi di Tol Cipali

Minggu, 18 Juni 2017 - 14:50:03 WIB


Sepekan Menjelang Lebaran, Kepadatan Juga Terjadi di Tol Cipali
© Youtube.com
Ilustrasi kemacetan tol cipali.

SUKABUMIUPDATE.com - Keramaian arus mudik di sepekan menjelang Lebaran juga terlihat di ruas jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) oleh pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi. Tempo melihat sejak pagi kendaraan pribadi yang datang dari arah Jakarta menuju Cirebon terus mengalir deras dengan kecepatan rata-rata 70 kilometer per jam.

Meski tampak padat, tapi, tak menibulkan kemacetan. Yang terjadi sesekali adalah arus tersendat terutama pada saat memasuki lokasi rest area di kilometer 86A dan 102A.

Kemacetan juga terjadi di lokasi perbaikan bekas longsoran kilometer 98 dan lokasi bekas pintu gerbang utama Cikopo di kilometer 77 yang kini dilenyapkan. Di titik itu masih tersisa sedikit pekerjaan terutama pengamanan barier bekas pembatas lokasi yang dikerjakann.

Perwira Unit Patroli Jalan Raya Tol Cipali, Inspektur Satu Heri Prakata, mengatakan, prediksi kenaikan arus kendaraan di tol Cipali masih belum signifikan. "Kenaikannya paling baru 20 higga 30 pesenan dari lintasan rata-rata harian," ujarnya, Ahad (18/6).

Heri memprediksi, puncak arus mudik di tol terpanjang dengan tarif termahal di Indonesia itu baru akan terjadi pasa H-3 hingga H-2 menjelang lebaran. "Sebab, pada saat itu, semua Aparat Sipil Negara (ASN) dan karyawan swasta sudah memasuki masa libur bersama," ujarnya.

Sementara kepadatan arus yang terjadi di akhir pekan ini, karena anak-anak sudah memasuki liburan sekolah. Sehingga orang tuanya yang pekerjaannya wiraswasta memilih waktu mudik lebih awal.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya meminta kepada seluruh pemudik yang akan kembali ke kampung halamannya dalam musim Lebaran 2017 untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Ia juga menyarankan agar pemudik mengupayakan dapat berangkat lebih dini sebelum puncak mudik, yakni (23/6). 

Karena selain dapat menikmati libur lebih lama, menurut Budi, kemungkinan mengantri dengan kendaraan lain di pintu tol lebih sedikit. "Karena itu (23 Juni 2017) merupakan puncak, kalau bisa tanggal 20, 21 Juni, itu pasti pulang lebih awal , mudik lebih awal, balik lebih awal kan sama aja bisa 7 hari atau 6 hari liburnya kan," katanya di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 1 Juni 2017.

Adapun pada puncak arus balik yang diperkirakan pada 1 Juli 2017, Budi menganjurkan pemudik dari Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk tak hanya terkonsentrasi pada satu jalur yakni Cikopo-Palimanan (Cipali), namun juga dapat melewati jalur Pantai Utara dan Jalur Selatan. "Jangan semata-mata Cipali, karena di sana kami juga akan melakukan manajemen buka tutup. Jadi kalau berlebihan kami akan tutup di situ," ucap Budi.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: Ekonomi

Berikan Komentar