Jumat, 23 Juni 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Keluarga

Wanita Sukabumi Wajib Tahu 10 Fakta Selingkuh Ini
Yava Cafe Cicurug, Menikmati Kopi dalam Ruang Multi Konsep
Salah Kaprah tentang Berendam di Air Belerang
Tiga Fashion Item Wajib Dimiliki Wanita Karir
Korban Kosmetik Ilegal Serukan Kewaspadaan Pada Konsumen
Berhijab Bukan Penghalang untuk Tampil Modis dalam Balutan Busana Kerja
Wali Kota: Masyarakat Kota Sukabumi Hobi Belanja
Siapa Lebih Pribumi di Indonesia, Cina, India, atau Arab?
Mengenal Ricin, Racun Dahsyat Pembunuh Kim Jong-nam
Hijabers Mom Community Sukabumi, Together We Share and Care


Seniman Erwin Wurm Jadi Inpirasi Koleksi Terbaru Mel Ahyar First

Kamis, 30 Maret 2017 - 11:11:57 WIB


Seniman Erwin Wurm Jadi Inpirasi Koleksi Terbaru Mel Ahyar First
© fimela.com
Inspirasi kolaborasi Mel Ahyar dan Andien.

SUKABUMIUPDATE.com - Mel Ahyar yang seringkali merancang busana yang terinspirasi dari berbagai budaya dan latar belakang suatu daerah di dunia. Dalam panggung Plaza Indonesia Fashion Week 2017, Mel Ahyar membawa tema fraktal yang cukup rumit, tetapi tetap terlihat cantik.

Kali ini dia terinspirasi dari seorang seniman kontemporer asal Austria bernama Erwin Wurm yang seringkali melakukan manipulasi realitas ke dalam bentuk yang lebih rumit. Inspirasi tersebut dituangkan dalam motif-motif yang tampak rumit namun sejatinya indah dan cantik.

Tak hanya terinspirasi oleh seni kontemporer, koleksi ini juga mengambil keindahan seni dari persamaan matematika. Sebuah algoritma matematika yang ditampilkan dalam keadaan berulang dan skala yang berbeda-beda akan membentuk pola simetris yang disebut fraktal. Berbeda dari bentuk geometris pada umumnya, bentuk fraktal dapat menciptakan pola yang bermacam-macam dengan skala yang berbeda.

Bentuk fraktal sendiri diakui dalam dunia matematika dan seni digital sebagai sesuatu yang rumit namun indah dan fungsional. Bentuk-bentuk fraktal telah banyak terdapat di alam seperti mahkota bunga matahari, rumah siput, motif sayap kupu-kupu, dan capung. Beberapa seniman menyebut teori fraktal sebagai chaos theory, keindahan yang tercipta dari kekacauan dan kerumitan.

“Dalam salah satu tema karyanya berjudul One Minute Sculpture, Wurm menunjukkan hubungan unik antara model seni dengan benda sehari-hari. Keindahan dari hal-hal rumit yang diangkat oleh Wurm inilah yang menginspirasi Mel Ahyar First dalam proses penciptaan koleksi Fraktal Gradina Prefall 2017,” kata Mel Ahyar.

Mel Ahyar First mengejawantahkan teori fraktal ini dalam motif-motif percampuran geometris dan bentuk fraktal dari alam seperti ngengat, capung, dedaunan, dan bunga. Indahnya taman bunga direka ulang dengan algoritma dan persamaan matematika.

Tak melupakan prinsip “Captivating through Art”, Mel Ahyar First memilih warna-warna terang dan kontras serta motif-motif geometris berulang dari kupu-kupu, capung dan dedaunan yang merupakan aplikasi dari teori fraktal dan karya seni kontemporer. Dalam koleksi kali ini bahan-bahan yang dipilih adalah bahan organdy silksilk, dan linen dengan detail bordir, embellishment manik-manik, dan batu mulia dalam setiap item yang dibuat.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: LIFE

Berikan Komentar