Sabtu, 18 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Terpeleset di Jembatan, Bocah Sindangpalay Kabupaten Sukabumi Terseret Arus Sungai Cibeubeur
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Ribuan Buruh di Parungkuda Dibubarkan, Ternyata Ini Alasannya
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi


Selalu Jadi Sorotan, Dishub Belum Lakukan Kajian Kemacetan di Kota Sukabumi

Senin, 17 Juli 2017 - 16:56:05 WIB


Selalu Jadi Sorotan, Dishub Belum Lakukan Kajian Kemacetan di Kota Sukabumi
© Dok.sukabumiupdate.com
Ilustrasi Kemacetan.

SUKABUMIUPDATE.com - Kemacetan selalu menjadi permasalahan yang dihadapi setiap kota yang berkembang, salah satunya di Sukabumi. Bahkan sudah menjadi isu bagi siapapun yang menjadi kepala daerah di Kota Mochi ini, agar segera dicarikan solusinya. 

Meski selalu menjadi sorotan berbagai pihak, namun hingga saat ini belum ada kajian khususnya dari Dinas Perhubungan Kota Sukabumi mengenai seberapa parah tingkat kemacetan dan kepadatan kendaraan yang terjadi.

BACA JUGA: Kepala Dishub Kabupaten Sukabumi: Semua Harus Tertib Aturan

"Belum pernah lagi dihitung rasio kepadatan kendaraan untuk mengetahui pergerakannya, termasuk volume dan berapa satuan mobil penumpang karena sekarang hanya secara kasat mata saja," ujar Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Imran Wardhani kepada sukabumiupdate.com, Senin (17/7).

Kedepannya, jelas Imran, pihaknya akan mengajukan anggaran untuk melakukan kajian. Karena ada beberapa rencana yang akan diajukan, seperti penataan jaringan trayek angkutan umum, manajemen rekayasa lalulintas di pusat kota serta yang paling hangat sekarang terkait angkutan sewa berbasis online.

"Pertumbuhan kendaraan cenderung terus meningkat, sedangkan infrastruktur tidak sebanding karena jalannya hanya itu-itu saja. Namun jumlah angkot tidak bertambah karena ada kuota," katanya.

BACA JUGA: Atasi Luapan Banjir, Dishub Kota Sukabumi Miliki Satgas Penangangan Drainase

Imran melihat saat ini, rawannya terjadi kemacetan di pusat Kota Sukabumi, hanya pada saat jam masuk dan pulang sekolah sekitar pukul 07.00-12.00 WIB. Sementara sore harinya sekitar pukul 16.00-18.00 WIB, kepadatan kendaraan juga terjadi karena seiring adanya aktifitas tambahan masyarakat. 

Solusi sementara yang dilakukan sekarang, kami menerjunkan personil di setiap perlintasan kereta pada saat jam keberangkatan dan kedatangan, begitu juga dengan akses jalan menuju stasiun yang banyak aktifitas bongkar muat di pasar dan angkutan umum," ungkapnya.

Redaktur: HERRY FEBRIANTO
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar