Minggu, 20 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Keluarga

Wanita Sukabumi Wajib Tahu 10 Fakta Selingkuh Ini
Yava Cafe Cicurug, Menikmati Kopi dalam Ruang Multi Konsep
Salah Kaprah tentang Berendam di Air Belerang
Kondom Perempuan, Kisah dan Cara Menggunakannya
Nama yang Paling Banyak Dipilih untuk Bayi Lelaki Sepanjang 2017
Tiga Fashion Item Wajib Dimiliki Wanita Karir
Korban Kosmetik Ilegal Serukan Kewaspadaan Pada Konsumen
Berhijab Bukan Penghalang untuk Tampil Modis dalam Balutan Busana Kerja
Wali Kota: Masyarakat Kota Sukabumi Hobi Belanja
Hijabers Mom Community Sukabumi, Together We Share and Care


Selain Gaji, Ini 5 Alasan Pekerja Lebih Produktif

Selasa, 08 Agustus 2017 - 20:54:07 WIB


Selain Gaji, Ini 5 Alasan Pekerja Lebih Produktif
© leonardkim.com
Ilustrasi.

Ada anggapan yang menyatakan besaran gaji yang sesuai harapan akan membuat produktivitas kerja seseorang meningkat. Ada pula yang menyebut kepuasan atas jumlah penghasilan menentukan kecintaan seseorang akan pekerjaan dan perusahaan tempat mereka bekerja.

Faktanya, banyak orang bertahan lama bekerja di sebuah perusahaan dengan produktivitas kerja yang baik meski penghasilannya tidak besar. Dalam survei yang dilakukan oleh Best Practice Institute, pusat pengembangan bisnis, karier, dan kepemimpinan di Florida, AS, terungkap bahwa 94 persen responden mengalami peningkatan produktivitas kerja dua sampai empat kali lipat jika mencintai tempat kerja mereka.

Alih-alih uang, para pekerja menyebut rasa nyaman di tempat kerja menjadi faktor kunci untuk menumbuhkan kecintaan terhadap pekerjaan dan perusahaan hingga meningkatkan produktivitas kerja mereka.

5 Faktor yang Membuat Pekerja Lebih Produktif (Gaji Tidak Termasuk) (Depositphotos).

Berikut 5 faktor yang dapat menumbuhkan kecintaan terhadap tempat kerja sehingga mendorong produktivitas karyawan:

Rekan kerja
Bekerja sama dengan orang-orang yang menyenangkan membuat Anda semakin mencintai pekerjaan. Dengan rekan kerja yang mau saling mendukung dan saling bahu-membahu memecahkan masalah membuat pekerjaan terasa ringan. Dalam membangun kenyamanan bekerja, kemampuan berkomunikasi dengan rekan kerja memegang peranan penting.

Tahukah Anda, tipe rekan kerja seperti apa yang paling tidak disukai? Dalam survei yang dilakukan laman panduan karier Lee Hecht Harrison terungkap bahwa 45 persen responden tidak menyukai rekan kerja yang cerewet. “Obrolan santai tanpa disengaja ketika bertemu rekan kerja dapat memberikan keuntungan dalam kolaborasi, menciptakan ide-ide baru, menumbuhkan kepercayaan, dan meningkatkan produktivitas. Namun terlalu banyak bicara justru akan menjadi gangguan bagi rekan kerja lainnya,” kata Jim Greenway dari Lee Hecht Harrison.

Etika kerja
Orang senang bekerja di tempat yang menjunjung tinggi kejujuran, integritas, dan etika kerja yang baik. Kejujuran merupakan nilai konsep penting yang harus dimiliki perusahaan. Dan hal ini akan menjadi harmoni yang baik jika didukung etika kerja yang baik oleh para karyawan. Etika kerja yang baik yang diharapkan dari karyawan adalah saling menghormati opini orang lain, menghargai perbedaan, dan terbuka.

Penghargaan 
Karyawan pastinya ingin bekerja di lingkungan di mana mereka merasa dihargai, dipercaya, dan didengarkan. Opini berbeda harus dihargai dan kontribusi dalam tim haruslah diapresiasi. Harvard Business Review, majalah manajemen yang dikelola Universitas Harvard, AS, melakukan riset terhadap 20 ribu karyawan di seluruh dunia. Hasilnya, 56 persen karyawan merasa mendapatkan kesehatan dan kesejahteraan yang baik, 89 persen merasa menikmati dan puas dengan pekerjaan mereka, dan 92 persen bisa lebih fokus bekerja. Karyawan yang mendapatkan respek dari atasan 1,1 kali lebih tahan bekerja di satu perusahaan ketimbang mereka yang kurang diapresiasi.

Masa depan positif
Pekerja senang bekerja dengan lingkungan positif yang mendorong adanya inovasi dan bersikap terbuka terhadap masa depan. Cara berpikir inovatif dan unik haruslah diberi dukungan penuh. Di perusahaan yang positif seperti ini, karyawan akan terpacu untuk lebih produktif dalam memikirkan ide-ide baru demi kebaikan pekerja juga perusahaan.

Beban pekerjaan berimbang
Bekerja sesuai kemampuan membuat seseorang bisa menjadi lebih produktif dan mencintai pekerjaannya. Beban pekerjaan yang terlalu berat bukan hanya melelahkan secara fisik namun memberi dampak psikologis. Seseorang bisa menjadi bersikap dingin dan tidak ramah dengan anak buah maupun rekan kerja akibat beban kerja yang terlalu berat. Dalam survei lain yang dilakukan Harvard Business Review terhadap 125 orang pekerja terungkap, 60 persen pekerja mengaku beban pekerjaannya terlalu berat sehingga tidak punya waktu untuk berbasa-basi dengan orang lain.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar