Jumat, 26 Mei 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Desaku

Terinspirasi The Raid, Pemuda Surade Produksi Film
Jembatan Unik di Jampang Tengah, Bisa Dibongkar Pasang Dalam Satu Hari
Sistem ZIS Desa Nanggerang Kabupaten Sukabumi Jadi Percontohan Lazisnu Indonesia
Pemuda Cipanggulaan Kecamatan Parungkuda Sulap Masalah Jadi Berkah
Sejak Indonesia Merdeka, Jalan Cibangkong Belum Pernah Diaspal
250 Warga Miskin Nagrak Utara Kabupaten Sukabumi Dapat KK Gratis
Keren, Desa Sukaraja Kabupaten Sukabumi Dibuatkan Film Dokumenter oleh Kemensos
Jalan Cigenduk Jampang Tengah Jadi Kubangan Kerbau
Soal ZIS, Pemkot Bandung Berguru ke Nangerang Kecamatan Cicurug
47 Desa di Kabupaten Sukabumi Jadi Percontohan


Sejak Indonesia Merdeka, Jalan Cibangkong Belum Pernah Diaspal

Sabtu, 10 September 2016 - 17:51:09 WIB


Sejak Indonesia Merdeka, Jalan Cibangkong Belum Pernah Diaspal
© Rozak Daud/Kontributor
Kondisi Jalan Cibangkong yang hancur dan berbatu.

SUKABUMIUPDATE.COM - Sejak Indonesia merdeka hingga beberapa kali pergantian orde dan presiden, akses jalan yang menghubungkan antardesa yang berada di Kampung Cibangkong, Desa Tanjungsari dengan Desa Bojongtipar dan Desa Cijulang, Kecamatan Jampangtengah, kondisi jalan di kawasan ini sangat memprihatinkan karena belum pernah tersentuh aspal.

Ketua PK KNPI Jampangtengah, Endang Maulani (30) mengatakan akses jalan yang menghubungkan tiga Desa di Kecamatan Jampangtengah ini kondisinya hancur dan hampir tidak dapat dilalui, kecuali dengan kendaraan khusus. 

Lanjut dia, sudah 71 tahun Indonesia merdeka, namun Kampung Cibangkong itu belum pernah mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

"Hingga saat ini akses Jalan ke Kampung Cibangkong sangat memprihatinkan, padahal Desa Tanjungsari adalah salah satu lokasi utama kegiatan pertambangan Siam Cement Group (SCG) atau yang memproduksi Semen Jawa," kata pemuda warga Desa Bojongtipar kepada sukabumiupdate.com, Sabtu.

Hal ini juga dikeluhkan oleh Hendra (36) warga Kampung Cibangkong yang menyebutkan akibat akses jalan yang kurang mendapat perhatian kampung ini menjadi terisolir.

Menurutnya, karena terpencil warga sulit memasarkan hasil pertanian, pembelipun enggan datang karena mengeluhkan jalan rusak.

Hasil kebun diangkut terlebih dahulu dengan menggunakan "motor grandong" sampai ke jalan yang bisa masuk mobil sehingga beban transportnya jadi mahal.

Begitu juga dengan anak sekolah yang harus bangun lebih pagi untuk berjalan kaki, melintasi jalan berbatu dan terkadang becek.

Reporter: ROZAK DAUD/kontributor
Redaktur: AA ROHMAN
Penyunting: RESITA NOVIANA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:SCG

Berikan Komentar