Kamis, 17 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

22 Tahun AQUA Ambil Air di Sukabumi Tanpa Izin
Tewas di Kolam Renang Cimalati, Pelajar SMA N 1 Parungkuda Kabupaten Sukabumi
Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Bertambah, Korban Jambret Payudara di Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
Siapa Preman di Balik Kasus Pungli Naker di Pabrik GSI Kabupaten Sukabumi?
DPRD Kabupaten Sukabumi Rekomendasikan Penutupan Sementara Pabrik Aqua
Kronologis Rusuh BBRP dan PP di Pamuruyan Kabupaten Sukabumi
Lagi, Pantai Citepus Kabupaten Sukabumi Telan Korban Jiwa
Marak Aksi Jambret Payudara, Ini Kesaksian Dua Wanita Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
BBRP dan PP Perang di Pamuruyan Cibadak Kabupaten Sukabumi


Saluran Sawah Tersendat Material Longsor, Desa Cibuntu Kabupaten Sukabumi Kerahkan Alat Berat

Rabu, 19 April 2017 - 14:50:54 WIB


Saluran Sawah Tersendat Material Longsor, Desa Cibuntu Kabupaten Sukabumi Kerahkan Alat Berat
© Usman Abdul Faqih
Alat berat dikerahkan keruk saluran air.

SUKABUMIUPDATE.com - Lantaran aliran air ke sawah tersendat akibat material longsoran yang masih bertumpuk, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, melakukan pengerukan dengan menggunakan alat berat.

"Longsornya sudah beberapa bulan lalu, tapi masih memenuhi aliran air sehingga air yang mengalir ke sawah terganggu," beber Kepala Desa Cibuntu, Yosep Lesmana, kepada sukabumiupdate.com, Rabu (19/4).

Satu alat berat yang direncanakan digunakan selama lima hari, menghabiskan anggaran sekitar Rp40 juta. Namun, Yosep menegaskan jika anggaran yang digunakan untuk menyewa alat berat tersebut bukan dari Alokasi Dana Desa (ADD) atau keuangan desa lainnya, melainkan sumbangan warga yang peduli.

BACA JUGA:

Longsor, 50 Hektare Sawah di Cidahu Kabupaten Sukabumi Terancam Kering

Dua Hektare Sawah di Sasagaran Kabupaten Sukabumi Terendam Banjir Bandang

50 Hektare Tanaman Padi di Pabuaran Kabupaten Sukabumi Terancam Gagal Panen

"Sekarang hari ketiga pengerukan dan masih ada tiga hari ke depan untuk melakukan pengerukan, dan penyewaan alat berat itu dilakukan oleh warga yang siap mendatangkan alat berat tanpa adanya imbalan,” tandasnya.

Yosep berharap, tidak ada prasangka terkait adanya alat-alat berat tersebut. Apalagi, dari awal dirinya mengaku sudah menyosialisasikan kepada warga. Baginya, keberlangsungan pertanian yang saat ini perairannya terganggu lebih penting dari pada hal lainnya.

"Sekitar 100 hektar sawah kan air nya terganggu saat ini, jadi mau tidak mau saya harus secepatnya mengambil sikap dari pada menunggu ADD dan perencanaan," tandasnya.

Reporter: ADV
Redaktur: USMAN ABDUL FAQIH
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar