Kamis, 24 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Keluarga

Wanita Sukabumi Wajib Tahu 10 Fakta Selingkuh Ini
Yava Cafe Cicurug, Menikmati Kopi dalam Ruang Multi Konsep
Salah Kaprah tentang Berendam di Air Belerang
Kondom Perempuan, Kisah dan Cara Menggunakannya
Nama yang Paling Banyak Dipilih untuk Bayi Lelaki Sepanjang 2017
Tiga Fashion Item Wajib Dimiliki Wanita Karir
Korban Kosmetik Ilegal Serukan Kewaspadaan Pada Konsumen
Berhijab Bukan Penghalang untuk Tampil Modis dalam Balutan Busana Kerja
Wali Kota: Masyarakat Kota Sukabumi Hobi Belanja
Hijabers Mom Community Sukabumi, Together We Share and Care


Salah Kaprah tentang Berendam di Air Belerang

Kamis, 23 Februari 2017 - 08:21:22 WIB


Salah Kaprah tentang Berendam di Air Belerang
© Danang Hamid
Illustrasi: Masyarakat berendam di air panas

SUKABUMIUPDATE.com -  Kolam air hangat alami selama ini menjadi ceruk yang menggiurkan bagi para pengidap penyakit kulit. Sebab, kandungan sulfur atau belerang yang terdapat di dalamnya dipercaya dapat mengenyahkan beragam problem yang hinggap di kulit, seperti gatal-gatal, kadas, kurap, cacar air, dan jerawat.

Dari mulut ke mulut, kabar berandam dia air hangat alami bisa mengenyahkan jamur yang bercokol kian dipercaya banyak orang. Anggapan tersebut terus bergulir hingga kini. Tak heran kalau mereka –terutama penderita penyakit kulit, rela menyambangi kolam alami di lereng-lereng gunung buat menyembuhkan ruam merah karena gatal atau jamur.

Sayangnya, keyakinan itu tak semuanya dibenarkan ahli penyakit kulit dan kelamin, dokter Dr. Rachel Djuanda, SpKK, yang bertugas di Rumah Sakit Umum Bunda Jakarta. Kala dihubungi beberapa waktu lalu, Rachel menjelaskan, pada prinsipnya kandungan belerang tidak menghilangkan jamur, melainkan bakteri.

Karena itu, bisa dibilang mubazir bila orang berbondong-bondong ke kolam air hangat alami untuk menyembuhkan penyakit kulit yang muncul akibat berkembangnya jamur. “Orang mengidap gatal-gatal, lalu berendam ke kolam air hangat yang mengandung belerang, penyakitnya tak akan sembuh tapi hanya dialihkan, yakni dari rasa gatal ke rasa perih,” ucap Rachel.

Jelas berendam air yang mengandung belerang bukan solusi menyembuhkan penyakit kulit. Manfaat lain hanya untuk relaksasi bagi orang-orang yang tengah dirundung lelah atau memiliki beban pikiran, serta mereka yang ingin menenangkan diri. Karena itu, Rachel tidak merekomendasikan pengidap penyakit kulit menceburkan diri di kolam air hangat alami. Sebab, dikhawatirkan penyakitnya bertambah parah karena iritasi.

Sebaiknya, kata dia, kalau ingin berendam, pastikan keadaan kulit sedang sehat dan tak mengalami masalah apapun. Adapun belerang, tutur Rachel, memang berfungsi sebagai penawar penyakit bila diolah menjadi obat luar. “Fungsi belerang sebagai bahan racikan. Kandungannya bagus untuk eksem dan jerawat karena belerang punya sifat antiradang, antibakteri, juga anti-acne,” ujar dia.

Meski demikian, tak semua orang bisa menerima kandungan belerang di dalam tubuhnya. Buat yang tidak cocok, alih-alih sembuh, kulit malah bisa semakin meradang. “Belerang itu bagus, tapi keras. Enggak semua kulit cocok, terutama yang punya kulit kering,” katanya. Prinsipnya, penggunaan belerang sebagai obat luar harus dalam batas wajar. Artinya, tak boleh berlebihan dan tak bisa dipaksa bila kulit menunjukkan reaksi yang tak baik saat menerima kandungan sulfur tersebut. 

Kalaupun Anda tetap ingin berendam di air panas alami, ada beberapa hal yang mesti dicermati: 

Jangan berendam lebih dari 15 menit

Berendam terlalu lama akan menghilangkan minyak alami di kulit. Dampaknya, kulit menjadi kering.

Jangan campurkan air dengan sabun yang mengandung muatan busa berlebihan

Air dengan kandungan sabun yang berlimpah dapat mengikis minyak alami yang terdapat dalam kulit.

Pilih waktu berendam pada malam hari

Saat malam, tubuh sudah lelah setelah beraktivitas seharian. Berendam air hangat akan membantu melancearkan aliran darah sehingga tubuh menjadi rileks. Tak disarankan berendam di air hangat kala pagi karena darah masih perlu dipompa.

Gunakan tabir surya bila berendam di siang hari

Bila kolam air hangat berada di area lua ruang, meski hawa lingkungan di sekitarnya sejuk. Tapi sengatan sinar matahari tetap akan membakar kulit.

 

Sumber: TEMPO

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: LIFE

Berikan Komentar