Senin, 25 September 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Ekonomi

Disedot Online, Penumpang Angkutan Umum di Kota Sukabumi Berkurang Hingga 80 Persen
APBD Kabupaten Sukabumi Rp3,161 T, Ini Komposisinya
Ini Cara Ribuan Karyawan PT Muara Tunggal Kabupaten Sukabumi Tolak Rentenir
Di Sukabumi, si Pleci Bisa Seharga Motor Sport
Anda Perlu Ayam Kampung? Datanglah ke Cicantayan Kabupaten Sukabumi
Seluruh Tol Bocimi Ditargetkan Selesai 2019
Mengintip Masa Depan Jampang dari Secangkir Kopi
Kisah Pelipur Lara di Gang Lipur Kota Sukabumi
Dari Nyalindung Menuju Pasar Teh Dunia
Happy Juice dari Cibadak, Ketika Kerja Keras Tidak Pernah Mengkhianati Hasil


Rupiah Melemah 5 Poin, Nilai Tukar Dibuka Rp 13.355 per Dolar AS

Rabu, 16 Agustus 2017 - 12:28:59 WIB


Rupiah Melemah 5 Poin, Nilai Tukar Dibuka Rp 13.355 per Dolar AS
© Dok Sukabumiupdate.com
Ilustrasi SU.

SUKABUMIUPDATE.com - Nilai tukar rupiah pada Rabu pagi, 16 Agustus 2017, melemah tipis sebesar lima poin menjadi Rp 13.355. Sebelumnya, Rupiah berada pada posisi Rp 13.350 per dolar Amerika Serikat (AS).

"Pergerakan rupiah melemah terhadap dolar AS, namun relatif masih terbatas seiring kondisi ekonomi Indonesia yang masih cukup kondusif," kata analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Menurut Reza, sentimen dari data neraca perdagangan Indonesia yang masih cukup kondusif dapat menjaga kepercayaan pelaku pasar terhadap ekonomi nasional sehingga fluktuasi kurs rupiah tetap terjaga.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2017 mencatat defisit 0,27 miliar dolar AS. Namun, secara kumulatif Januari-Juli 2017, neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus 7,39 miliar dolar AS, lebih besar dibandingkan dengan surplus di periode yang sama tahun 2016 yang sebesar 4,76 miliar dolar AS.

Di sisi lain, lanjut Reza, anggapan berkurangnya ketegangan politik antara Korea Utara dengan Amerika Serikat turut memberikan sentimen positif pada sejumlah mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

"Pelaku pasar uang akan kembali masuk ke aset berdenominasi rupiah sehingga mata uang domestik dapat kembali terapresiasi," katanya.

Reza menambahkan, menguatnya minyak mentah dunia juga membawa sentimen positif pada mata uang berbasis komoditas, seperti rupiah.

Terpantau harga minyak jenis WTI Crude menguat 0,40 persen menjadi 47,74 dolar AS per barel, dan Brent Crude naik 0,53 persen menjadi 51,07 dolar AS per barel.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: Ekonomi

Berikan Komentar