Rabu, 24 Mei 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Mereka

Gadis Skuad Timnas Asal Kabupaten Sukabumi: Ingin Obati Mata Ayah Agar Bisa Nonton Saya Main Sepak Bola
10 Pertanyaan untuk Warga Sukabumi yang Diduga Menistakan AlQuran
Mang Dedi: Orang Sukabumi Jangan Bicara Budaya Sunda, Benerkeun Heula Basa Sapopoe
Puri adalah Puri. Pewaris Darah Seni Uyan Asmi
Mak Dini Turun Gunung, Pimpin LSM Kompak Kabupaten Sukabumi
Pebola Wanita Asal Kabupaten Sukabumi Ini, Ditinggal Ayah Saat Ia Terpilih Memperkuat Timnas
Kabupaten Tasikmalaya Mandiri di Tangan Santri
Ajengan Genteng, Teman Diskusi Bung Karno dan Guru dari Ki Hajar Dewantara
Dari Cibatu Menuju Bisnis Travel Wisata
Jiwenk, Karikaturis Sukabumi yang Karyanya Telah Mendunia


Raudiyah Tujzahra, Pembawa Duplikat Sang Merah Putih

Rabu, 17 Agustus 2016 - 17:18:08 WIB


Raudiyah Tujzahra, Pembawa Duplikat Sang Merah Putih
© Nursiam Muchtar/sukabumiupdate.com
Raudiyah Tujzahra.

SUKABUMIUPDATE.COM - Upacara pengibaran bendera duplikat sang merah putih 17 Agustus di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi berjalan lancar.

Sosok wanita pembawa baki bendera cukup menarik perhatian, karena ditangannya perjalanan duplikat bendera pusaka ini berada sebelum dinaikkan dan berkibar gagah di puncak tiang bendera.

Namanya Raudiyah Tujzahra (16), pelajar kelas dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) III Kota Sukabumi jurusan busana itu.

“Saya sangat bangga menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera pusaka untuk upacara Kemerdekaan ke-71 RI di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi,” ucap Raudiyah Tujzahra yang akrab disapa Roro kepada sukabumiupdate.com, usai upacara di Lapangan Merdeka, Rabu (17/8).

Kebanggaan anak pasangan Faisal Piliang dan Idan Samsini bertambah saat tim seleksi memilihnya menjadi pembawa baki duplikat bendera pusaka sang merah putih. Roro berhasil terpilih dari banyak remaja perempuan lainnya yang bergabung dalam pasukan pengibar bendera di Kota Sukabumi.

“Bendera ini sangat sakral karena duplikat resmi bendera pusaka merah putih, dikeluarkan hanya setahun sekali dan disimpan khusus. Jadi beban saya bertambah saat harus membawa baki bendera saat dikeluarkan dari kotak menuju tiang bendera,” lanjut Roro yang mengaku punya hobi menyanyi.

Alumni Raudhatul Athfal (RA) Al-Junaediyah, SDN Gunung Parang, dan MTs Negeri 1 Kota Sukabumi ini memang memiliki minat khusus pada bidang baris berbaris.

“Target saya sekarang adalah menyukseskan pengibaran dan penurunan duplikat bendera pusaka di Kota Sukabumi. Ini adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab yang diberikan negara pada kami pasukan pengibar bendera pusaka,” tutup Roro.

Reporter: NURSIAM MUCHTAR
Penyunting: RESITA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:

Berikan Komentar