Selasa, 27 Juni 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Pakansi

Bakso Kuburan Mantan, Kuliner Mengejutkan dari Eks TKI Asal Sukabumi
Ini Sungai Terpendek di Sukabumi, Mungkin Juga di Indonesia, Bahkan Dunia
Pantai Ujung Genteng Segera Miliki Masjid Terapung
Ini Tempat Makan Murah Meriah di Cibadak
Curug Sawer, Tak Ada Tempat Seperti Ini
Mitos Ki Hamali di Balik Keindahan Curug Cikaso
Dapoer Mang Boel, Tongkrongan Hits Remaja Sukabumi
Bakso Kelapa, Godaan Baru Pecinta Kuliner di Kota Sukabumi
Mau Tahu Jika Curug Cikaso Kabupaten Sukabumi Ngamuk? Sekarang Saatnya
Mitos Kamar 308 Inna Beach Hotel Palabuhanratu


Rahasia Kenyal Cincau Sugandi Kota Sukabumi

Sabtu, 24 Desember 2016 - 08:41:37 WIB


Rahasia Kenyal Cincau Sugandi Kota Sukabumi
© Danang Hamid
Segarnya dan kenyalnya, beda!

SUKABUMIUPDATE.COM - Minuman manis biasanya populer ketika bulan puasa tiba. Namun, tahukah Anda, kandungan glukosa dengan porsi yang tepat dalam gula, juga diperlukan setiap saat, agar tubuh manusia memiliki cukup tenaga untuk beraktivitas.

Ada banyak minuman manis pelepas dahaga, cincau salah satunya. Nama cincau berasal dari bahasa Mandarin dialek Hokkian, sienchau atau xiancao, kemudian dilafalkan masyarakat Indonesia menjadi cincau.

Minuman mirip agar-agar atau jelly ini, berasal dari tumbuhan perdu bernama Mesona, salah satu famili tumbuhan lamiaceae. Jeli yang diambil dari bagian daun yang direndam, lalu dihancurkan, kemudian disaring untuk memisahkan ampasnya.

Selain terasa segar di mulut, cincau juga terbukti berefek baik bagi kesehatan, yaitu meredakan sakit panas dalam.

Ceuk kolot baheula mah, ngarana camcauh,” terang Gandi Sugandi (54), pedagang cincau asal Kampung Selaawi, Desa Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Sukabumi, Jumat (23/12).

Kepada sukabumiupdate.com, pria tiga anak ini, mengaku sudah 30 tahun berjualan cincau. Setiap harinya ia mangkal di depan salah satu toko di Jalan Stasiun Timur, Kota Sukabumi.

Tingkat kekenyalan cincau Sugandi terasa beda di mulut, dan terasa pas di lidah. Warna hijau cerah menunjukkan jika pembuatannya dilakukan secara higienis, sehingga tak ada tekstur kasar sedikit pun. Sajiannya kian sempurna dengan gula cair bening tanpa warna.

“Orang tidak suka cincau yang macam-macam, sukanya yang original saja,” ucap Sugandi yang mengaku jika musim panas, mampu meraup uang hingga Rp300 ribu.

Rahasia kenyal cincau yang manja di lidah, terletak pada cara pembuatan cincaunya. “Cincau saya menggunakan air dari sumber mata air alami di kaki bukit,” ungkap Sugandi.

Dijelaskan Sugandi, langkah membuat kenyal cincau sangat simpel. Caranya, bersihkan cangkang remis, kemudian bakar hingga gosong dan memutih karena bara api, lalu hancurkan sampai menjadi tepung.

Setelah itu, rendam dengan air bersih matang, lalu saring untuk memisahkan tepung dan airnya. Diamkan beberapa saat hingga airnya jernih dan mengendap. Air jernih itulah yang dipakai.

Selain bahan baku yang jarang tersedia karena sedikit orang berkebun tumbuhan cincau, ditambah cara yang sedikit merepotkan, membuat sendiri cincau tetap layak dicoba, agar minuman tradisional ini tetap lestari.

Namun, jika Anda tidak mau repot, datang saja ke tempat mangkal Sugandi, dengan Rp3 ribu per mangkuk, Anda bisa langsung menikmati segarnya cincau.

Reporter: DANANG HAMID
Redaktur: ANISA SITI RIZKIA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:LIFE

Berikan Komentar