Kamis, 17 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Nasional

Kecelakaan Maut Jalan Raya Cimande Menyisakan Luka Mendalam Bagi Keluarga Pengendara Mobil Brio
Pray For Garut, Inilah 17 Korban Meninggal yang Terindentifikasi
Hino Pengangkut Pasir Hantam Lima Mobil, 3 orang Meninggal 3 orang Luka
Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang Ditawarkan pada Investor Asean
Bupati: Germas HS Mengacu kepada 12 Indikator
Diperkosa Sejak Usia 16 Tahun, Perempuan Ini Laporkan Gatot Brajamusti ke Polisi
Kronologi Kasus Pembunuhan Oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Diduga Dibawa Kabur Pria Kenalan di Medsos, Nur Janah (mencaricinta Illahi) Warga Sukaraja Dua Bulan Hilang
Belum Terima THR, Ratusan Pegawai Garmen Mogok Bekerja
Apakah Warga Sukabumi Masih Ingat, Ada Apa dengan 4 Desember?


Program Gerbang Desa Uu Ruzhanul Ulum, Mampu Tekan Inflasi Hingga 80 Persen

Jumat, 14 April 2017 - 17:55:35 WIB


Program Gerbang Desa Uu Ruzhanul Ulum, Mampu Tekan Inflasi Hingga 80 Persen
© Herry Febrianto
Ilustrasi SU lahan persawahan.

SUKABUMIUPDATE.com - Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa) yang di gencarkan Bupati Uu Ruzhanul Ulum, sangat terasa oleh masyarakat dan mampu menekan laju inflasi. Program ini terbukti, dengan melimpahnya hasil pangan di wilayah pedesaan di Kabupaten Tasikmalaya, dan mampu menekan laju inflasi hingga 80 persen.

"Inflasi yang terkendali sangat penting dalam pencapaian ekonomi yang inklusif melalui terjaganya daya beli masyarakat, distribusi pendapatan yang merata, serta mendorong investasi yang produktif," ujar Uu Ruzhanul Ulum, kepada sukabumiupdate.com, Jumat (14/4).

Menurutnya, angka inflasi yang rendah merupakan pondasi yang kokoh dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. “Yang kami lakukan dalam mengendalikan inflasi Kabupaten Tasikmalaya secara menyeluruh, mulai dari pengembangan SDM (sumber daya manusia-red), perbaikan infrastruktur dan logistik, koneksivitas kelembagaan, tata niaga dan teknologi pun menjadi perhatian kami,” jelasnya.

Dikatakannya, konsultasi program adalah hal yang paling utama dalam inflasi berupa volatile foods, karena memiliki bobot frekuensi tinggi sering muncul, antara lain beras. 

“Walaupun Tasikmalaya memproduksi beras hingga 864.000 ton per tahun, dan jumlah penduduk Kabupaten Tasikmalaya 1,8 Juta jiwa, maka jika dikalikan konsumsi 125 kilogram per tahun, akan menghabiskan beras sebanyak 225.000 ton per tahun. Secara riil, surplus hingga 293.400 ton per tahun," jelas bupati yang terkenal nyantri tersebut.

Menurutnya, hal ini mendapatkan perhatian dan perlu dijaga agar beras tersebut tidak dijual oleh para agen ke wilayah Jabotabek. Ditegaskannya, jangan sampai Tasikmalaya kekurangan beras, perlu kerjasama dengan pedagang, untuk menstabilkan harga kita selalu kerjasama dengan bulog. Salah satunya membangun sistem resi gudang (SRG) dan lumbung padi di Jamanis.

Bahkan untuk menjaga stabilitas pangan dan menekan laju inflasi, tak tanggung-tanggung, Pemerintah Kabupaten Tasikmayala membangun sebanyak 160 unit lumbung padi dengan stok beras bergulir lima ton per unit, Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) 16 unit, Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM) sebanyak enam unit. 

Sementara itu untuk mengantisipasi kurangnya lahan akibat penggunaan lahan untuk pembangunan perumahan dan perkantoran serta tempat usaha, Pemkab Tasikmalaya di bawah kepemimpinannya mencetak sawah-sawah baru. Di antaranya di Padawaras dan Cipatujah seluas 110 hektare.

"Cabe merah pun ditanam di lahan seluas 1,168 hektar dan menghasilkan 19.600 ton lebih sehingga bisa menstabilkan harga cabai di Tasikmalaya,” pungkas Uu yang akan maju dalam pencalonan Gubernur Jawa Barat 2018 mendatang.

Redaktur: HERRY FEBRIANTO
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar