Senin, 26 Juni 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Internasional

Marwan Persentasikan Geopark Ciletuh Palabuhanratu Dihadapan 50 Delegasi Negara Peserta GGN
Mungkinkah Nabi Adam Itu Siwa? Ataukah Buddha?
Bibir Pria Malang ini Digigit Kura-Kura Kesayangannya
Kereta Tergelincir, Dua Orang Tewas dan Puluhan Terluka
Nahas, Kereta Tergelincir dan Tabrak Rumah
Rusia Blokir Dua Situs Porno Ternama
Truk dan Bus Bertabrakan Tewaskan 12 Orang
Tak Ada Menu Daging di Resepsi, Mempelai Pria Batalkan Pernikahan
Nonton Orang Bunuh Diri, Dua Warga Justru Tewas, Kok Bisa?
Sadis, Ayah Siarkan Aksi Bunuh Bayi Kandung dan Bunuh Diri Lewat Facebook


Presiden Erdogan Dirikan Museum Peringatan Kudeta Gagal

Rabu, 19 April 2017 - 19:22:14 WIB


Presiden Erdogan Dirikan Museum Peringatan Kudeta Gagal
© Facebook.com
Presiden Recep Tayyip Erdogan.

SUKABUMIUPDATE.com - Presiden Turki, Recep Tayyib Erdogan akan mendirikan museum khusus mengenang kudeta gagal pada (15/7). 

Kementerian Budaya Turki yang ditugaskan untuk mempersiapkan pendirian museum yang diberi nama Museum(15/7), Martir dan Demokrasi. Pengerjaannya dimulai pada Juni ini, mengutip Anadolu. 

Museum berlokasi di kawasan Kahramankazan di luar kota Ankara. Museum memiliki luas 3400 meter persegi. Di dalam museum akan tersedia perpustakaan, kafe dan toko. 

Biaya pembangunan museum mengenang martir dan pejuang menggagalkan kudeta (15/7), diperkirakan US$ 2,7 juta atau setara dengan Rp 35,9 miliar.  Museum akan rampung dan dibuka untuk umum pada akhir tahun 2018. 

Percobaan kudeta pada (15/7), menewaskan sedikitnya 240 orang. Saat itu, pasukan militer yang setia pada Presiden Erdogan turun ke jalan di Ankara dan Istanbul untuk menggagalkan kudeta didukung ribuan warga Turki. 

Sekitar 35 ribu orang ditahan setelah kudeta berhasil digagalkan. Mereka yang ditahan meliputi seniman, kartunis surat kabar, dan tokoh-tokoh budaya Turki. 

Presiden Erdogan menuding ulama asal Turki yang kini bermukim di Amerika Serikat, Fethullah Gulen sebagai otak dari percobaan kudeta. Namun, Gulen menegaskan dirinya tidak terlibat dalam upaya mendongkel kekuasaan Erdogan.

 

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar