Sabtu, 24 Juni 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Nasional

Pray For Garut, Inilah 17 Korban Meninggal yang Terindentifikasi
Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang Ditawarkan pada Investor Asean
Diperkosa Sejak Usia 16 Tahun, Perempuan Ini Laporkan Gatot Brajamusti ke Polisi
Bupati: Germas HS Mengacu kepada 12 Indikator
Kronologi Kasus Pembunuhan Oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Belum Terima THR, Ratusan Pegawai Garmen Mogok Bekerja
Apakah Warga Sukabumi Masih Ingat, Ada Apa dengan 4 Desember?
Adjo Tandatangani Kesepakatan Pembentukan DOB Sukabumi Utara
Berikut Prediksi Harga Rokok Jika Jadi Naik
Ini Lho Daftar Kepala Daerah Inovatif 2016, Sukabumi Masuk Gak Ya?


Polisi: Kapten Perampok Daan Mogot Kerap Berpindah Tempat

Senin, 19 Juni 2017 - 13:26:23 WIB


Polisi: Kapten Perampok Daan Mogot Kerap Berpindah Tempat
© Facebook.com
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochammad Iriawan.

SUKABUMIUPDATE.com - Polda Metro Jaya masih memburu kapten pelaku perampokan di SPBU Daan Mogot yang menewaskan Davidson Tantono. Kapten pelaku yang menjadi eksekutor pembunuhan David itu, disebut-sebut kerap berpindah tempat.

"Kaptennya berpindah pindah, kami kejar ke Sumatera dia pindah ke Jawa, Jawa bagian timur ya. Dia tahu kami sedang melakukan pengejaran," kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochammad Iriawan saat ditemui di Lapangan Monumen Nasional, Senin (19/6).

Iriawan mengatakan masih ada beberapa pelaku lain yang masih diburu kepolisian. Saat ini, baru empat kawanan pelaku yang telah ditangkap kepolisian. Satu di antaranya tewas dalam penangkapan. Meski tergabung dalam kawasan perampok, namun mereka bukan eksekutor penembakan David.

Kepolisian juga menemukan komplotan ini telah melakukan aksinya sebanyak 23 kali sebelumnya. Karena itu, Iriawan mengatakan polisi akan mengecek aset pribadi milik para komplotan ini. "Di tempat yang bersangkutan tinggal, rumah, dan barang lainnya kemudian kami akan dalami itu hasil dari mana saja," kata Iriawan.

Iriawan berjanji akan menangkap seluruh pelaku yang terlibat dalam aksi ini. "Tentu kami akan akan menuntaskan semua yang terlibat dalam peristiwa itu," kata dia.

Davidson tewas ditembak di kepala pada 9 Juni 2017 lalu. Aksi itu terjadi saat dia menambal ban di SPBU Daan Mogot, Jakarta Barat sepulang dari mengambil uang di Bank. Para pelaku berencana merampok uang yang dibawa oleh Davidson, namun mendapat perlawanan. Alhasil, Davidson tewas di lokasi dan uang sebanyak kurang lebih Rp 300 juta digondol para perampok.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar