Kamis, 17 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Nasional

Kecelakaan Maut Jalan Raya Cimande Menyisakan Luka Mendalam Bagi Keluarga Pengendara Mobil Brio
Pray For Garut, Inilah 17 Korban Meninggal yang Terindentifikasi
Hino Pengangkut Pasir Hantam Lima Mobil, 3 orang Meninggal 3 orang Luka
Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang Ditawarkan pada Investor Asean
Bupati: Germas HS Mengacu kepada 12 Indikator
Diperkosa Sejak Usia 16 Tahun, Perempuan Ini Laporkan Gatot Brajamusti ke Polisi
Kronologi Kasus Pembunuhan Oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Diduga Dibawa Kabur Pria Kenalan di Medsos, Nur Janah (mencaricinta Illahi) Warga Sukaraja Dua Bulan Hilang
Belum Terima THR, Ratusan Pegawai Garmen Mogok Bekerja
Apakah Warga Sukabumi Masih Ingat, Ada Apa dengan 4 Desember?


Polisi Gerebek Gudang Penimbunan Garam Impor

Jumat, 19 Mei 2017 - 22:34:49 WIB


Polisi Gerebek Gudang Penimbunan Garam Impor
© Dok.sukabumiupdate.com
Ilustrasi SU.

SUKABUMIUPDATE.com - Polda Jawa Timur menyita 116 ribu ton garam di gudang milik PT Garindo Sejahtera Abadi yang terletak di Jalan Mayjen Sungkono 16 A, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Jumat, 19 Mei 2017. Menteri Pertanian Amran Sulaiman turut hadir menyaksikan penggerebekan importir garam besar di Indonesia tersebut.

Garam asal Australia tersebut diduga sengaja ditimbun dan dijual ke masyarakat. "Ini barang yang masuk seharusnya buat konsumsi industri,” ujar Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Machfud Arifin kepada wartawan di lokasi penggerebekan.

Dalam peraturan, kadar garam konsumsi memiliki kadar NaCl 94 persen. Sedangkan kadar NaCl garam impor sebesar 97 persen. Gudang milik PT Garindo Sejahtera Abadi ini, kata Machmud Arifin, sudah cukup lama beroperasi. Polisi mendapatkan laporan dari masyarakat tentang keberadaan gudang yang mengolah garam impor untuk dijual ke pasaran sebagai garam konsumsi.

Polisi menindaklanjuti laporan tersebut dan menemukan adanya garam impor. “Semua pelakunya sudah kami tangkap dan segera kami lakukan penindakan hukum," ucapnya.

Menteri Pertanian menambahkan, perusahaan diduga menyalahgunakan izin peredaran garam konsumsi. Membeli garam industri namun diolah kembali menjadi garam, kata dia, adalah pelanggaran berat. “Perusahaan yang terbukti menyalahgunakan izin harus diberi sanksi tegas," ujarnya.

Amran mengakui Garindo Sejahtera Abadi merupakan Importir Terdaftar (IT). Namun karena dianggap melanggar peraturan, Kementerian Pertanian merekomendasikan importir resmi diberi sanksi. "Kalau sudah seperti ini pasti izinnya dicabut meski PT Garindo Sejahtera Abadi sudah memiliki izin," kata dia.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman berterima kasih kepada semua pihak melakukan sinergi guna menjaga stabilitas pangan menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1438 H. "Ini sinergi yang luar biasa karena kita sudah menemukan adanya kartel garam di Gresik," tuturnya.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: NASIONAL

Berikan Komentar