Jumat, 23 Juni 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Nasional

Pray For Garut, Inilah 17 Korban Meninggal yang Terindentifikasi
Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang Ditawarkan pada Investor Asean
Diperkosa Sejak Usia 16 Tahun, Perempuan Ini Laporkan Gatot Brajamusti ke Polisi
Bupati: Germas HS Mengacu kepada 12 Indikator
Kronologi Kasus Pembunuhan Oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Apakah Warga Sukabumi Masih Ingat, Ada Apa dengan 4 Desember?
Adjo Tandatangani Kesepakatan Pembentukan DOB Sukabumi Utara
Belum Terima THR, Ratusan Pegawai Garmen Mogok Bekerja
Berikut Prediksi Harga Rokok Jika Jadi Naik
Ini Lho Daftar Kepala Daerah Inovatif 2016, Sukabumi Masuk Gak Ya?


Polda Metro Bongkar Praktik Penggelapan Minyak Goreng Curah

Jumat, 21 April 2017 - 17:19:38 WIB


Polda Metro Bongkar Praktik Penggelapan Minyak Goreng Curah
© tips-sehat.com
Ilustrasi minyak goreng.

SUKABUMIUPDATE.com - Polisi membongkar praktik penggelapan minyak goreng curah di Jakarta Timur, 13 Maret 2017. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat mengatakan pelaku merusak segel pabrik dan mengeluarkan minyak ke penadah hingga 10 ton per bulan.

Pelaku merupakan sopir mobil tangki minyak dari pabrik berinisial KS dan penadah berinisial TA. "Pelaku ini memanfaatkan tempat parkir rest area untuk bertransaksi," kata Wahyu di Mapolda Metro Jaya, Jumat (21/4).

Wahyu menjelaskan, minyak ini dibawa menggunakan mobil tangki bermuatan 15.540 kilogram dari Margonda, Depok untuk didistribusikan ke Bandung. Harga per kilogramnya, dibandrol KS dengan harga sekitar Rp 6.000 hingga Rp 6.500.

"Lalu TA menjual kembali dengan harga Rp 9.000 per kilogram, padahal di pasaran minyak goreng curah berkisar di harga Rp 11.000," katanya.

Wahyu menambahkan, pelaku telah menjalani penggelapan ini selama dua tahun. Bersama dengan penangkapan dua tersangka polisi juga menyita mobil tangki minyak, sejumlah tong dan jerigen minyak serta selang untuk memompa minyak dari mobil tangki.

Akibat perbuatannya, pelaku KS dijerat pasal 374 juncto pasal 372 KUHP dan atau pasal 32 ayat 2 juncto pasal 31 dan 31 UU RI Nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal dan pasal 62 ayat 1 juncto pasal 8 ayat 1 UU RI Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

"Tersangka KS dikenakan pasal perlindungan konsumen karena tindakannya merusak segel," kata Wahyu lagi.

Sementara pelaku TA dijerat pasal 480 KUHP tentang penadahan hasil kejahatan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

 

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: NASIONAL

Berikan Komentar