Senin, 25 September 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Polisi Tangkap Pembunuhan Sadis Egi Adi Wiguna Warga Cibatu Kabupaten Sukabumi
Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Sadis, Warga Cibatu Kabupaten Sukabumi Tewas Penuh Luka Tusuk
Dianiaya, Pemuda Asal Tipar Kota Sukabumi Tewas Mengenaskan
Ini Kronologi Penganiayaan Warga Tipar Kota Sukabumi Hingga Tewas
Mengaku Kesal Sering Dipalak, Kakak Beradik Ini Bunuh Warga Cibatu Kabupaten Sukabumi
Biadab, Bapak Bejad Asal Warungkiara Kabupaten Sukabumi Tega Gagahi Dua Anak Kandung Sejak Kelas IV SD Hingga Melahirkan
Lagi, Pantai Citepus Kabupaten Sukabumi Telan Korban Jiwa
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK


Pilu, Bocah Lumpuh asal Cibadak Kabupaten Sukabumi yang Tidak Berani Bermimpi

Rabu, 25 Januari 2017 - 17:34:05 WIB


Pilu, Bocah Lumpuh asal Cibadak Kabupaten Sukabumi yang Tidak Berani Bermimpi
© Dimas DR
Asep berusaha tidak melewatkan kewajiban sholat lima waktu.

SUKABUMIUPDATE.com - Sejak usia enam tahun, Asep Awaludin (13) mengalami kelumpuhan. Anak pertama pasangan Sopandi (41) dan Wiwin Winarti (32) warga Kampung Cigadog, RT 03/04, Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi ini tetap tegar menghadapi keterbatasan fisiknya.

Bukan hanya merampas keceriaan masa kecilnya, kelumpuhan Asep juga telah merampas haknya untuk bermimpi seperti anak-anak lain seusianya. Tidak pernah tergambar di benak Asep sedikit pun untuk memiliki impian seperti anak kecil seusianya.

“Asep enggak punya cita-cita, Asep cuma ingin meringankan beban keluarga, punya usaha yang bisa asep lakukan sendiri tanpa harus merepotkan orang lain,” tutur Asep kepada sukabumiupdate.com, Rabu (25/1).

BACA JUGA:

Miris, Kakak Adik Warga Sukasirna Cibadak Kabupaten Sukabumi Dibiarkan Lumpuh

Kakak Beradik Warga Warungkiara Kabupaten Sukabumi Lumpuh Layu

Miris, Sudah Lumpuh dan Kulit Bersisik, Bocah Jampang Tengah Sakit Paru

Anak yang masih tercatat sebagai siswa kelas 6 di Sekolah Dasar (SD) Negeri Leweungdatar ini berjuang keras untuk tetap bisa belajar, walaupun sering kali bolos sekolah karena tidak ada yang mendorong kursi rodanya.

Dengan keterbatasannya Asep yang tidak pernah meninggalkan sholat lima waktu ini, memiliki keinginan mulia meringankan beban orangtuanya, Subandi ayah Asep, hanyalah seorang buruh serabutan di sebuah pabrik sandal di Jakarta.

Sementara Wiwin Winarti, sang ibu, lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah, karena harus mengurus Asep dan adik bungsunya, Nur Alima, yang juga alami kelumpuhan. Nur bahkan hampir tak pernah lepas dari gendongan ibunya.

"Mungkin Asep mau belajar potong rambut, buka pangkas rambut di rumah atau buka warung kecil kecilan, biar nanti ibu yang belanja ke pasar dan asep yang jaga warung,” pungkasnya.

Reporter: DIMAS DR/Kontributor
Redaktur: FIT NW
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:Sukabumi

Berikan Komentar