Sabtu, 18 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Terpeleset di Jembatan, Bocah Sindangpalay Kabupaten Sukabumi Terseret Arus Sungai Cibeubeur
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Ribuan Buruh di Parungkuda Dibubarkan, Ternyata Ini Alasannya
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi


Pilu, Bocah Lumpuh asal Cibadak Kabupaten Sukabumi yang Tidak Berani Bermimpi

Rabu, 25 Januari 2017 - 17:34:05 WIB


Pilu, Bocah Lumpuh asal Cibadak Kabupaten Sukabumi yang Tidak Berani Bermimpi
© Dimas DR
Asep berusaha tidak melewatkan kewajiban sholat lima waktu.

SUKABUMIUPDATE.com - Sejak usia enam tahun, Asep Awaludin (13) mengalami kelumpuhan. Anak pertama pasangan Sopandi (41) dan Wiwin Winarti (32) warga Kampung Cigadog, RT 03/04, Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi ini tetap tegar menghadapi keterbatasan fisiknya.

Bukan hanya merampas keceriaan masa kecilnya, kelumpuhan Asep juga telah merampas haknya untuk bermimpi seperti anak-anak lain seusianya. Tidak pernah tergambar di benak Asep sedikit pun untuk memiliki impian seperti anak kecil seusianya.

“Asep enggak punya cita-cita, Asep cuma ingin meringankan beban keluarga, punya usaha yang bisa asep lakukan sendiri tanpa harus merepotkan orang lain,” tutur Asep kepada sukabumiupdate.com, Rabu (25/1).

BACA JUGA:

Miris, Kakak Adik Warga Sukasirna Cibadak Kabupaten Sukabumi Dibiarkan Lumpuh

Kakak Beradik Warga Warungkiara Kabupaten Sukabumi Lumpuh Layu

Miris, Sudah Lumpuh dan Kulit Bersisik, Bocah Jampang Tengah Sakit Paru

Anak yang masih tercatat sebagai siswa kelas 6 di Sekolah Dasar (SD) Negeri Leweungdatar ini berjuang keras untuk tetap bisa belajar, walaupun sering kali bolos sekolah karena tidak ada yang mendorong kursi rodanya.

Dengan keterbatasannya Asep yang tidak pernah meninggalkan sholat lima waktu ini, memiliki keinginan mulia meringankan beban orangtuanya, Subandi ayah Asep, hanyalah seorang buruh serabutan di sebuah pabrik sandal di Jakarta.

Sementara Wiwin Winarti, sang ibu, lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah, karena harus mengurus Asep dan adik bungsunya, Nur Alima, yang juga alami kelumpuhan. Nur bahkan hampir tak pernah lepas dari gendongan ibunya.

"Mungkin Asep mau belajar potong rambut, buka pangkas rambut di rumah atau buka warung kecil kecilan, biar nanti ibu yang belanja ke pasar dan asep yang jaga warung,” pungkasnya.

Reporter: DIMAS DR/Kontributor
Redaktur: FIT NW
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:Sukabumi

Berikan Komentar