Minggu, 22 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi
Polsek Cicurug Gelar Olah TKP di PT Koin Baju Global Kabupaten Sukabumi
Tiga Rumah dan Dua Mobil Hilang Tergerus Banjir Cidolog Kabupaten Sukabumi


Petani Caringin Kabupaten Sukabumi Usir Alat Berat Perusahaan

Senin, 10 April 2017 - 15:57:41 WIB


Petani Caringin Kabupaten Sukabumi Usir Alat Berat Perusahaan
© Rojak Daud
Petani datangi alat berat perusahaan di Caringin Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMIUPDATE.com - Puluhan petani dari dua desa di Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Senin (10/4) pagi, mendatangi kantor PT Suryanusa Adicipta (SA). Petani memprotes keberadaan alat berat milik perusahan pemegang Hak Guna Bangunan (HGB) ini, yang rencananya akan digunakan untuk membangun akses jalan perusahaan.

Sedikitnya 80 petani yang tergabung dalam Serikat Petani Indonesia (SPI) Desa Pasirdatar Indah dan Desa Sukamulya meminta perusahaan membantalkan rencana tersebut. Alasanya lahan yang selama ini ditelantarkan oleh pemegang HGB sudah digarap oleh petani sebagai kawasan sentra holtikultura.

“Tanah ini dalam sengketa antara petani dan perusahaan karena sudah terlalu lama ditelantarkan. Kami meminta pemerintah daerah membatalkan HGB yang dipegang PT SA, dan mendistribusikan tanah-tanah tersebut kepada petani penggarap,” jelas Ketua SPI Basis Pasirdatar Indah, Bubun Kusnadi (50) kepada sukabumiupdate.com, Senin (10/4).

Kedatangan massa petani ini sempat membuat suasana panas, sejumlah petugas pengendali massa dari Polres Sukabumi diterjunkan untuk mengamankan. Massa petani kemudian menggelar aksi duduk di sekitar Kantor PT SA hingga tuntutan mereka dipenuhi.

BACA JUGA:

Buruh Tani PTPN VIII Cibungur Diupah Tidak Layak

Tak Jelas, Langkah DPTR Kabupaten Sukabumi Selesaikan Kasus Kecamatan Sukaraja Serobot Tanah Warga

Duga Manipulasi Sertifikat Tanah, Warga Datangi Kantor Kecamatan Cibereum Kota Sukabumi

Aksi ini karena kita dua kali gagal menggelar pertemuan yang dimediasi oleh Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Caringin. Pertama pada hari Rabu (5/4), namun batal dan diundur menjadi Jumat (7/4), namun kembali dibatalkan secara sepihak dengan alasan perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) tidak hadir.

“Saat kita menunggu proses mediasi, tiba-tiba alat berat datang dan rencananya hari ini mulai beroperasi. Makanya kita datang untuk meminta alat-alat berat ini ditarik,” lanjut Bubun.

HGB PT SA berada di lahan seluas 320 hektar dan baru akan berakhir haknya pada Tahun 2024 mendatang. Namun saat memegang HGB, lahan ini dianggap telantar oleh petani karena tidak ada kegiatan yg dilakukan oleh perusahaan.

“Sehingga pada sekitar tahun 1998 silam lahan ini mulai ditanami oleh warga setempat dan petani. Tiba-tiba saat ini mau digusur untuk aktifitas perusahaan. Kami menilai ada yang salah karena lahan ini sempat ditelantarkan, sehingga meminta HGB nya dievaluasi oleh pemerintah,” pungkasnya.

Setelah berdialog, unsur Muspika Caringin akhirnya memutuskan alat berat milik perusahaan ditarik. Hingga ada pertemuan antara kedua belah pihak dan lembaga terkait soal lahan tersebut.

Reporter: ROJAK DAUD
Redaktur: RONY M SAMOSIR
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar