Sabtu, 21 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi
Polsek Cicurug Gelar Olah TKP di PT Koin Baju Global Kabupaten Sukabumi
Tiga Rumah dan Dua Mobil Hilang Tergerus Banjir Cidolog Kabupaten Sukabumi


Perwapas Tolak Revisi Perda, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Tanggapi Dingin

Jumat, 10 Maret 2017 - 13:26:21 WIB


Perwapas Tolak Revisi Perda, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Tanggapi Dingin
© Rawin Soedaryanto
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Agus Mulyadi.

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi, Agus Mulyadi akhirnya mengomentari aspirasi Perwapas (Persatuan Warga Pasar) yang menolak revisi Perda 7 tahun 2014 tentang Perlindungan dan Penataan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Pasar Modern.

Penolakan Perwapas didasari penilaian bahwa revisi Perda tersebut akan mematikan sektor usaha rakyat (pasar tradisional).

“Nanti keluhan dan masukannya dari Perwapas  jadi bahan kajian. Sebetulnya kita sudah sering menerima Perwapas, Kita sudah melakukan rapat konsultasi dengan berbagai pihak sebelum di sampaikan revisi tersebut,” jelas Agus Mulyadi kepada sukabumiupdate.com, melalui saluran telepon, Jumat (9/3).

BACA JUGA:

Perwapas Cicurug Tolak Revisi Perda 7/2014 Kabupaten Sukabumi

Perwapas Cibadak Harap DPRD Kabupaten Sukabumi Lindungi Pasar Tradisional

Revisi Perda Nomor 7/2014 Dinilai Membunuh Pedagang Tradisional di Kabupaten Sukabumi

Agus menegaskan munculnya revisi Perda 7/2014 dari keinginan untuk pembangunan di Kabupaten Sukabumi. “Masalahnya itulah yang sudah di putuskan dan mudah-mudahan dapat di implementasikan di tingkat dinas,” lanjut Agus.

Sejumlah Perwapas di Kabupaten Sukabumi menilai revisi Perda tersebut menghilangkan jarak minimal antara pasar Modern dan Tradisional. “Itu hasil kajian, makanya dimunculnya dalam revisi Perda 7/2014. Pemkab Sukabumi tidak mungkin ingin membunuh pedagang tradisional seperti dituduhkan. Tapi masukan ini akan menjadi bahan bagi dalam pembahasan,” pungkas Agus.

Reporter: RAWIN SOEDARYANTO
Redaktur: FIT NW
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar