Sabtu, 27 Mei 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Pakansi

Bakso Kuburan Mantan, Kuliner Mengejutkan dari Eks TKI Asal Sukabumi
Ini Sungai Terpendek di Sukabumi, Mungkin Juga di Indonesia, Bahkan Dunia
Pantai Ujung Genteng Segera Miliki Masjid Terapung
Curug Sawer, Tak Ada Tempat Seperti Ini
Mitos Ki Hamali di Balik Keindahan Curug Cikaso
Dapoer Mang Boel, Tongkrongan Hits Remaja Sukabumi
Ini Tempat Makan Murah Meriah di Cibadak
Bakso Kelapa, Godaan Baru Pecinta Kuliner di Kota Sukabumi
Mau Tahu Jika Curug Cikaso Kabupaten Sukabumi Ngamuk? Sekarang Saatnya
Mitos Kamar 308 Inna Beach Hotel Palabuhanratu


Permintaan Unik Sukabumi Street Art kepada Pemerintah

Minggu, 30 April 2017 - 08:44:04 WIB


Permintaan Unik Sukabumi Street Art kepada Pemerintah
© Annissa Rahmatillah
Komunitas Sukabumi Street Art.

SUKABUMIUPDATE.com - Sukabumi Street Art (SSA) merupakan sebuah wadah para seniman jalanan grafiti,mural artstencil art,wheatpaste. Komunitas ini didirikan pada 2005 oleh Gilang (Calmo), dan Daniel (Emet). Namun kini keduanya tinggal di Lombok dan mendirikan Lombok Street Art. 

Lahirnya komunitas ini, berawal dari beberapa kumpulan atau crew graffiti, mural, di Sukabumi yang berinisiatif untuk saling bertukar pikiran, ide, gagasan, dan kreativitas, hingga lahirlah SSA. Komunitas SSA kini sudah memiliki anggota sebanyak enam puluh orang.

Komunitas yang lebih dikenal sebagai tukang curat coret tembok ini, sempat vakum pada sekitar 2010, karena anggotanya memiliki kesibukan masing-masing. Setelah alami kevakuman hingga lima tahun lamanya, SSA kembali aktif pada 2015.

Menurut Rizki Muhammad Fahkrezi, salah seorang koordinator SSA mengatakan, aktivitas yang mereka lakoni selain untuk belajar grafiti atau mural, juga menjadi ajang silaturahim dan memperbanyak teman. 

“Tidak semua yang ikut komunitas ini harus bisa grafiti atau mural, asalkan ada niat untuk ikut kita di sini, bisa belajar bersama kokngobrol aja apa yang kamu pelajari di sini, ada kok spesialis-spesialisnya, jadi bisa sambil menggali ilmu,” tutur remaja yang akrab disapa Ikkim itu, kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (29/4) malam.

BACA JUGA:

Dua Komunitas di Sukabumi Akan Hijaukan Area Tambang Cimangkok

Taman Baca Plus Akustik a la Komunitas Pemuda Cicurug Kabupaten Sukabumi

Cara Kreatif Komunitas Bengkers Surade Kabupaten Sukabumi Manfaatkan Waktu Luang

Ditambahkannya, Ikkim menjelaskan, sudah terhitung sering SSA mengadakan even, antara lain Sukabumi Bersatu, Main Sampe Sore, Penembok Jitu, Kelas menggambar, dan Datang Bulan. Dari sekian even, Sukabumi Bersatu, menjadi even yang menurut remaja berusia 20 tahun itu, sangat spesial.

“Sukabumi Bersatu dibilang spesial, karena kita mendatangkan street artist dari luar kota seperti Riper dari Cimahi, Initial A dari Tangerang Selatan, Artheraphy Movement dari Bekasi, dan dari Depok Arts District. Selain itu, digelar pula musik dan workshop,” ujar Ikkim.

Tak banyak yang diharapkan oleh SSA, karena respon baik dari masyarakat sudah merupakan satu kebanggaan untuk SSA sendiri. 

Lebih jauh, ia menambahkan, sangat berharap pemerintah bisa menyediakan tembok panjang, agar komunitasnya bisa mencurahkan segala kemampuan dan kreasinya.

“Untuk pemerintah pengen minta tembok yang panjang aja di tengah kota, biar bisa dinikmatin masyarakat banyak, dan bisa membuktikan jika grafiti adalah karya seni yang sangat indah,” pungkas Ikkim.

Reporter: ANNISA RAHMATILLAH
Redaktur: ANISA SITI RIZKIA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar