Minggu, 22 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Nasional

Pray For Garut, Inilah 17 Korban Meninggal yang Terindentifikasi
Hino Pengangkut Pasir Hantam Lima Mobil, 3 orang Meninggal 3 orang Luka
Bupati: Germas HS Mengacu kepada 12 Indikator
Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang Ditawarkan pada Investor Asean
Diperkosa Sejak Usia 16 Tahun, Perempuan Ini Laporkan Gatot Brajamusti ke Polisi
Kronologi Kasus Pembunuhan Oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Diduga Dibawa Kabur Pria Kenalan di Medsos, Nur Janah (mencaricinta Illahi) Warga Sukaraja Dua Bulan Hilang
Belum Terima THR, Ratusan Pegawai Garmen Mogok Bekerja
Apakah Warga Sukabumi Masih Ingat, Ada Apa dengan 4 Desember?
Adjo Tandatangani Kesepakatan Pembentukan DOB Sukabumi Utara


Penyandera Ibu dan Balita di Buaran Seorang Residivis Curanmor

Senin, 10 April 2017 - 14:21:05 WIB


Penyandera Ibu dan Balita di Buaran Seorang Residivis Curanmor
© Youtube.com
Penyanderaan ibu dan balita didalam angkot.

SUKABUMIUPDATE.com -  Hermawan, pria yang menyandera ibu dan balita dalam angkot di Buaran ternyata seorang penjahat kambuhan. Menurut Kepala Kepolisian Sektor Duren Sawit Komisaris Yudho Huntoro, Hermawan (27), merupakan seorang residivis kasus pencurian kendaraan bermotor.

"Dia baru bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Bulak Kapal, Bekasi," kata Yudho di kantornya, Senin (10/4).

Polisi saat ini masih menelusuri lebih dalam kasus-kasus kriminal yang pernah dilakukan Hermawan. “Polisi masih mencari tahu keterlibatan pelaku terhadap kasus kriminal lainnya di wilayah Jakarta,” kata Yudho.

Yudho mengatakan untuk kasus di Buaran, pelaku akan dijerat dengan pasal 365 jo pasal 368 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Drama penyanderaan yang dilakukan Hermawan, terjadi pada Ahad petang (9/4). Saat itu Hermawan ingin menjambret Isnawati yang tengah bersama seorang balita di dalam angkot KWK jurusan Rawamangun-Pulogebang.

Hermawan meminta ponsel, kalung dan gelang milik Isnawati. Namun Isnawati keburu berteriak minta tolong. Warga di sekitar Buaran yang tengah dekat lokasi langsung mendatangi angkot tersebut.

Melihat situasi itu, Hermawan langsung menyandera Isnawati dan bayinya. Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sapta Maulana, sempat ada negosiasi selama 30 menit dengan Hermawan. Saat itu mobil angkot sudah dikepung warga.

Seorang angota polisi yang ada di lokasi akhirnya menembak Hermawan di bagian kakinya saat lengah. “Petugas menembak pelaku di bagian lengan kanan,” kata Sapta. 

 

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar