Kamis, 17 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Nasional

Kecelakaan Maut Jalan Raya Cimande Menyisakan Luka Mendalam Bagi Keluarga Pengendara Mobil Brio
Pray For Garut, Inilah 17 Korban Meninggal yang Terindentifikasi
Hino Pengangkut Pasir Hantam Lima Mobil, 3 orang Meninggal 3 orang Luka
Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang Ditawarkan pada Investor Asean
Bupati: Germas HS Mengacu kepada 12 Indikator
Diperkosa Sejak Usia 16 Tahun, Perempuan Ini Laporkan Gatot Brajamusti ke Polisi
Kronologi Kasus Pembunuhan Oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Diduga Dibawa Kabur Pria Kenalan di Medsos, Nur Janah (mencaricinta Illahi) Warga Sukaraja Dua Bulan Hilang
Belum Terima THR, Ratusan Pegawai Garmen Mogok Bekerja
Apakah Warga Sukabumi Masih Ingat, Ada Apa dengan 4 Desember?


Penjelasan Bupati Tasikmalaya Tak Setuju Ibu Kota Pindah ke Palangkaraya

Kamis, 13 April 2017 - 13:57:49 WIB


Penjelasan Bupati Tasikmalaya Tak Setuju Ibu Kota Pindah ke Palangkaraya
© Dok.sukabumiupdate.com
Uu Ruzhanul Ulum saat menghadiri pelantikan Hamida Sukabumi.

Sukabumiupdate.COM - Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum, menolak jika ibu kota negara pindah ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Hal ini menyusul wacana pemerintah yang akan memindahkan ibu kota.

“Saya tidak setuju ibukota negara pindah ke sana,” kata Uu saat ditemui di Pendopo Lama Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (13/4).

Dia beralasan, Jakarta telah dipilih sebagai ibu kota oleh pemerintah terdahulu. Uu yakin, pemerintah saat itu memilih Jakarta berdasarkan pemikiran. “Tidak menutup kemungkinan hasil istikharah para ulama, dan juga hasil ilmu yang dimiliki pada hari itu,” jelas Uu.

Alasan lain, tambah Uu, secara geografis Jakarta dekat dengan daerah manapun. Kata dia, Jakarta sudah tertata rapi, pemerintahannya sudah daerah khusus. “Jika ke Palangkaraya, jauh,” ucapnya.

Disinggung kemacetan dan banjir yang kerap terjadi di Jakarta, Uu mengatakan, hal itu bukan alasan mendesak kepindahan ibu kota. Kemacetan, kata dia bisa diatasi. “Kok daerah lain bisa mengatasi macet, bukan hal sulit. Tinggal ada kemauan, ketegasan. Jika ada kemauan, anggaran disiapkan,” ujarnya.

Oleh karenanya, Uu sebagai kepala daerah berharap ibukota negara tetap di Jakarta. “Saya harap tidak (pindah), masalah kemacetan bisa ditanggulangi pemerintah,” jelas Uu.

Ihwal masalah macet dan banjir, Uu meminta masalah yang terjadi di DKI Jakarta tersebut tidak hanya ditangani pemerintah provinsi, tapi ditangani pula oleh pemerintah pusat. Kewenangan pemerintah pusat, kata dia, luas dan anggarannya pun besar.

“Harus ada sinergitas dan keberanian dalam membuat keputusan untuk Jakarta lebih nyaman, lebih mudah dijangkau masyarakat lain,” kata dia.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar