Selasa, 26 September 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Ekonomi

Disedot Online, Penumpang Angkutan Umum di Kota Sukabumi Berkurang Hingga 80 Persen
Ini Cara Ribuan Karyawan PT Muara Tunggal Kabupaten Sukabumi Tolak Rentenir
APBD Kabupaten Sukabumi Rp3,161 T, Ini Komposisinya
Di Sukabumi, si Pleci Bisa Seharga Motor Sport
Anda Perlu Ayam Kampung? Datanglah ke Cicantayan Kabupaten Sukabumi
Seluruh Tol Bocimi Ditargetkan Selesai 2019
Mengintip Masa Depan Jampang dari Secangkir Kopi
Kisah Pelipur Lara di Gang Lipur Kota Sukabumi
Dari Nyalindung Menuju Pasar Teh Dunia
Happy Juice dari Cibadak, Ketika Kerja Keras Tidak Pernah Mengkhianati Hasil


Penjelasan Bahana Grup soal Pencopotan Dirut Dwina

Minggu, 16 Juli 2017 - 17:56:32 WIB


Penjelasan Bahana Grup soal Pencopotan Dirut Dwina
© Youtube.com
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

SUKABUMIUPDATE.com - Kabar santer rencana pencopotan Rini Soemarno dari kursi Menteri BUMN justru menyodok perusahaan pelat merah PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI).

Sejak akhir pekan ini beredar berita di beberapa media bahwa direktur utamanya, Dwina Septiani Wijaya, bakal dicopot menyusul bocornya riset tentang reshuffle kabinet dari PT Bahana Sekuritas, anak usaha BPUI. Hasil riset itu antara lain menyebutkan bahwa kalaupun terjadi perombakan kabinet diperkirakan tak berpengaruh buruk terhadap perekonomian.

Corporate Communication and Media Relations Head Bahana Group Dewa Agung Rudi membantah ada pencopotan baik direksi BPUI maupun Bahana Sekuritas. "Tidak ada pergantian baik Direksi Bahana Sekuritas maupun Direksi di PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia,” tutur Dewa Agung Rudi kepada Tempo hari ini, Ahad, (16/7).

Dwina belum berhasil diwawancarai untuk menjelaskan beberapa hal, antara lain perihal kabar bahwa Menteri Rini Soemarno berang atas riset yang menyebut dirinya termasuk menteri yang akan diganti tersebut serta kegagalan Dwina menemui Rini yang berujung rencana pencopotannya dari Dirut BPUI. 

Mengenai riset yang bocor itu sejatinya untuk klien yang muncul dari Bahana Sekuritas dan rekannya Daiwa Markets. Riset tersebut merilis target IHSG mencapai 6.300 termasuk menyebut kemungkinan perombakan jilid 3 di Kabinet Presiden Joko Widodo yang diperkirakan memberikan dampak netral cenderung positif terhadap iklim pasar modal di Indonesia.

Kepada Tempo, Analis Bahana Sekuritas Harry Su tak membantah bahwa riset itu dialah yang membuat. Namun, Harry membantah itu analisa khusus tentang perombakan kabinet. "Coba baca tulisannya. Tidak ada analisa soal reshuffle (kabinet) dari Bahana,” tulisnya via pesan pendek pada Sabtu, (15/7).

Nah, riset Bahana Sekuritas antara lain menerangkan bahwa kemungkinan Jokowi kembali merombak kabinetnya. Wajah baru dan rotasi di kalangan kabinet berdasarkan analisa itu antara lain:

1. Menteri BUMN Rini M. Soemarno yang kemungkinan akan menggantikan posisi Teten Masduki sebagai Kepala Staf Kepresidenan

2. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang kemungkinan akan menggantikan Darmin Nasution sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian

3. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan kemungkinan juga dapat menggantikan Darmin, atau kembali lagi ke posisinya semula sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan yang saat ini diduduki oleh Wiranto

4. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan diperkirakan akan menjadi Menteri BUMN menggantikan posisi Rini M. Soemarno, dan Archandra Tahar yang selama ini menjadi wakil menteri akan naik menggantikan posisi Jonan.

5. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dapat digantikan oleh Yahya Cholil Stafuq Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi kelompok Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU).

Dari hasil riset tersebut Bahana memperkirakan pasar akan berjalan netral cenderung positif meski tak terlalu signifikan. Bahana selanjutnya akan mengajak bicara manajer dana asing tentang upaya nyata pemerintah untuk menormalisasi isu rasial dan agama, termasuk membubarkan kelompok antipemerintah.

"Dengan asumsi perubahan di atas terwujud, kami yakin perombakan kabinet yang ketiga akan netral dan sedikit positif. Dengan demikian kami mempertahankan target IHSG di 2017 berada di level 6.300," tutur Harry Su dalam risetnya.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: Ekonomi

Berikan Komentar