Selasa, 17 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Internasional

Marwan Persentasikan Geopark Ciletuh Palabuhanratu Dihadapan 50 Delegasi Negara Peserta GGN
Mungkinkah Nabi Adam Itu Siwa? Ataukah Buddha?
Rusia Blokir Dua Situs Porno Ternama
Kereta Tergelincir, Dua Orang Tewas dan Puluhan Terluka
ISIS Kehilangan Tokoh Propaganda
Nonton Orang Bunuh Diri, Dua Warga Justru Tewas, Kok Bisa?
Nahas, Kereta Tergelincir dan Tabrak Rumah
Sadis, Ayah Siarkan Aksi Bunuh Bayi Kandung dan Bunuh Diri Lewat Facebook
Tragis, Nenek Ini Tinggal di Kandang Babi Bertahun-tahun
Truk dan Bus Bertabrakan Tewaskan 12 Orang


Pengungsi Marawi Tewas di Tempat Penampungan, Mengapa?

Minggu, 18 Juni 2017 - 12:20:02 WIB


Pengungsi Marawi Tewas di Tempat Penampungan, Mengapa?
© cbcplaiko.org
Warga Kota Marawi di Filipina selatan mencari perlindungan di salah satu pusat evakuasi yang didirikan oleh pemerintah di kota Iligan terdekat.

SUKABUMIUPDATE.com - Sejumlah pengungsi dari kota Marawi, Filipina dilaporkan tewas di tempat penampungan akibat mengalami dehidrasi dan penyakit yang sudah diderita selama ini.

Juru bicara Komite Manajemen Krisis provinsi Lanao del Sur, Zia Alonto Adiong mengungkapkan tentang kematian beberapa warga Marawi yang mengungsi di pusat penampungan kepada sejumlah jurnalis.

"Kami masih mengkonsolidasi data. Kami tidak bisa memberikan anda data akurat sejauh ini tentang penyebab kematian, namun berdasarkan apa yang terima, kebanyakan kasus disebabkan oleh dehidrasi dan penyakit yang sudah diderita," kata Adiong seperti dikutip dari ABSCBN News (17/6).

Warga Marawi yang mengungsi akibat pecahnya pertempuran antara pasukan pemerintah Filipina dengan milisi Maute dilaporkan menderita penyakit termasuk demam dan diare di tempat mereka mengungsi. Sebagian besar mereka ditempatkan di pusat penampungan di kota Iligan.

Pemerintah setempat masih memverifikasi laporan tentang kematian sejumlah pengungsi dari Marawi seperti dilaporkan Adiong.

Menurut Adiong, sekitar 233.000 ribu pengungsi tinggal di pusat penampungan dan krisis Marawi telah berdampak pada kota-kota di sekitarnya. 

Pertempuran di Marawi yang dimulai sejak 23 Mei lalu telah menewaskan lebih dari 300 orang, 26 di antaranya warga sipil, dan 59 pasukan pemerintah.  

Jumlah kematian dari krisis Marawi bertambah dengan tewasnya beberapa warga yang mengungsi di tempat penampungan. 

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar