Senin, 20 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Ekonomi

DPC GSBI Sukabumi: UMK Tahun 2018 Dipastikan Naik 8,71 Persen
APBD Kabupaten Sukabumi Rp3,161 T, Ini Komposisinya
Ini Cara Ribuan Karyawan PT Muara Tunggal Kabupaten Sukabumi Tolak Rentenir
Disedot Online, Penumpang Angkutan Umum di Kota Sukabumi Berkurang Hingga 80 Persen
Di Sukabumi, si Pleci Bisa Seharga Motor Sport
Anda Perlu Ayam Kampung? Datanglah ke Cicantayan Kabupaten Sukabumi
Mengintip Masa Depan Jampang dari Secangkir Kopi
Seluruh Tol Bocimi Ditargetkan Selesai 2019
Kisah Pelipur Lara di Gang Lipur Kota Sukabumi
Dari Nyalindung Menuju Pasar Teh Dunia


Penguatan Dolar AS di Perkirakan Seret Rupiah

Selasa, 14 November 2017 - 11:24:48 WIB


Penguatan Dolar AS di Perkirakan Seret Rupiah
© uangindonesia.com
Ilustrasi mata uang.

SUKABUMIUPDATE.com - Analis Binaartha Securitas Reza Priyambada memperkirakan rupiah akan kembali melanjutkan pelemahan. Pergerakan dolar Amerika Serikat yang kembali berbalik menguat memberikan tambahan sentimen negatif terhadap rupiah.

"Diperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support 13.563 dan resisten 13.520," kata Reza Priyambada, Selasa, 14 November 2017.

Reza mengingatkan untuk tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat kembali menahan potensi penguatan rupiah. Situs resmi Bank Indonesia kurs rupiah terhadap dolar AS tercatat Rp 13.555 pada 13 November 2017.

Reza menilai, berbalik menguatnya Dolar AS setelah mampu melewati GBP(Pound Sterling) yang terdepresiasi dan adanya imbas dari meningkatnya imbal hasil obligasi AS, menyebabkan makin melemahnya rupiah.

Menurut Reza melemahnya GBP disebabkan karena telah merespon adanya mosi tidak percaya dari parlemen terhadap Perdana Menteri Theresia May.

"Adanya berita pemerintah Indonesia dan Jepang yang menandatangani pertukaran nota untuk pendanaan dua proyek di Indonesia melalui bantuan pinjaman dari Jepang sebesar 127,215 miliar yen atau sekitar Rp 15,2 triliun, tidak cukup kuat berimbas positif pada laju rupiah," ujar Reza.

Ia juga melihat dari perkiraan Bappenas di mana pertumbuhan ekonomi sepanjang 2017 akan mencapai 5,1 persen atau di bawah target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan(APBN-P) 2017 yang sebesar 5,2 persen juga tidak cukup kuat memberi andil positif pada rupiah.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: Ekonomi

Berikan Komentar