Jumat, 21 Juli 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

22 Tahun AQUA Ambil Air di Sukabumi Tanpa Izin
Tewas di Kolam Renang Cimalati, Pelajar SMA N 1 Parungkuda Kabupaten Sukabumi
Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Bertambah, Korban Jambret Payudara di Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi Rekomendasikan Penutupan Sementara Pabrik Aqua
Siapa Preman di Balik Kasus Pungli Naker di Pabrik GSI Kabupaten Sukabumi?
Kronologis Rusuh BBRP dan PP di Pamuruyan Kabupaten Sukabumi
Lagi, Pantai Citepus Kabupaten Sukabumi Telan Korban Jiwa
Marak Aksi Jambret Payudara, Ini Kesaksian Dua Wanita Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
BBRP dan PP Perang di Pamuruyan Cibadak Kabupaten Sukabumi


Pengidap HIV/AIDS di Cikakak Meningkat, Ini Tanggapan KPA Kabupaten Sukabumi

Minggu, 07 Mei 2017 - 03:51:32 WIB


Pengidap HIV/AIDS di Cikakak Meningkat, Ini Tanggapan KPA Kabupaten Sukabumi
© Nandi
KPA Kabupaten Sukabumi saat pembentukan WPA.

SUKABUMIUPDATE.com - Pengidap HIV/AIDS di Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, dari tahun ke tahun terus alami peningkatan. Data dihimpun menunjukkan, sejak 2016 pengidap HIV/AIDS hanya berjumlah empat orang, namun pada 2017 bertambah menjadi 10 orang.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukabumi, Asep Suherman mengatakan, jika peningkatan jumlah kasus bisa dikarenakan karena sistem penanggulangan sudah mulai jalan, sehingga kasus yang sudah ada sejak dulu baru terdeteksi sekarang.

BACA JUGA:

Wow, Pengidap HIV/AIDS di Cikakak Kabupaten Sukabumi Meningkat

Cegah HIV/AIDS, Bupati Sukabumi: Masyarakat Harus Jadi Aktor dan Perumus Kebijakan

Marak Kasus HIV AIDS, DPD KNPI Kabupaten Sukabumi Gelar Seminar Hari Kartini

"Berarti kinerja rekan-rekan di Puskesmas Cikakak, dalam menemukan kasus HIV sudah baik. Ditambah lagi partisipasi aktif dari masyarakat untuk memeriksakan diri, sekarang juga sudah meningkat dengan adanya Warga Peduli AIDS," ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (6/5).

Sebagai langkah antisipasi agar tidak bertambah, jelas Asep, pengidap HIV/AIDS yang baru ditemukan harus segera diobati dengan Anti Retroviral Virus (ARV). Walaupun tidak menyembuhkan, tapi ARV bisa menekan jumlah virus di dalam tubuh pengidap HIV sehingga resiko untuk menularkan kepada yang lain semakin kecil.

"Saya berharap pertahankan para pengidap HIV ini untuk tetap minum obat ARV dan masyarakat juga tidak boleh menstigma dan mendiskriminasi orang dengan HIV, karena apabila mereka mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan kemudian diusir dari suatu tempat maka akan menyulitkan bagi kita untuk melakukan pemantauan dan pengawasannya," pungkasnya.

Reporter: NANDI/Kontributor
Redaktur: HERRY FEBRIANTO
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar