Jumat, 28 April 2017 - WIB Kota SukabumiHujan Sedang, 23 - 32 °C
KURS $ : Jual: 13.280 Beli: 13.110
Follow Us:

Pengakuan: Nestapa Istri Muda

Minggu, 21 Agustus 2016 - 08:55:07 WIB


Pengakuan: Nestapa Istri Muda
© istimewa
ilustrasi

SUKABUMIUPDATE.COM - Ini kisah tentang seorang playgirl yang dipersunting playboy. Mereka hidup rukun dan bahagia. Berkomitmen untuk tidak ada perselingkuhan di antara mereka. Tetapi Allah SWT menghendaki lain.

Sebut saja namanya Rita, wanita kelahiran Sukabumi, 25 Juli 1972. Pemilik tinggi badan 160 sentimeter dan berat 48 kilogram ini, adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Ia mengaku sudah terbiasa hidup bebas. Bahkan semenjak ia masih duduk di bangku kelas tiga salah satu madrasah tsanawiyah (MTs) swasta di daerah Tipar, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Saat masih duduk di bangku madrasah tsanawiyah itu pulalah, wanita berkulit putih itu, sudah mengenal seks bebas. “Saya biasa melakukannya bersama pacar, di rumah teman, atau di rumah kakak pacar saya,” aku Rita sambil menghisap rokok putihnya dalam-dalam.

Menikah Muda

Mungkin karena melihat kehidupan Rita kecil yang bebas itulah, pada akhirnya kedua orang tua Rita memilih tindakan untuk menikahkan anak pertamanya tersebut pada usia yang masih relatif muda, 16 tahun.

Namun pernikahan sepasang usia muda tentu saja rentan perceraian. Sehingga pertengkaran demi pertengkaranpun kerap terjadi. Hingga akhirnya, walaupun telah dikaruniai seorang anak laki-laki (kini berusia 22 tahun), pernikahan dini tersebut kandas di tengah jalan. 

Satu tahun setelah perceraiannya dengan suami pertama, Rita menikah lagi, juga dengan seorang pria asal Sukabumi. Namun seperti halnya pernikahan pertama, keseharian kehidupan pernikahan kedua itu pun diisi dengan pertengkaran. Bahkan pertengkaran-pertengkaran itu kian sengit, manakala belakangan Rita mengetahui, jika sang suami telah berselingkuh dengan wanita lain.

Tidak tahan dengan perselisihan dan pertengkaran, ditambah lagi kasus perselingkuhan sang suami, pernikahan kedua ini pun pada akhirnya kembali kandas. Dari pernikahannya yang kedua ini, mereka  dikaruniai seorang anak laki-laki yang kini sudah berusia 21 tahun.  

Entah karena trauma atau tengah mencari sosok yang memenuhi kriteria idaman, setelah bercerai dengan suami kedua, Rita lebih memilih hidup melajang hingga tujuh tahun lamanya.

Walaupun mengaku bukan seorang hypersex, Rita mengakui bahwa setiap kali berpacaran, ia dan pacarnya selalu melakukan hubungan layaknya suami istri.

“Tapi saya tidak melakukannya dengan sembarang orang, ya... Cuma sama orang-orang yang saya sukai aja,” terang Rita datar.

Kini Aku yang Selingkuh

Tujuh tahun setelah pernikahan kedua kandas, Rita kemudian menikah lagi dengan pria asal Jakarta, sebut saja namanya Iwan. Iwan tinggal tidak jauh dengan tempat tinggalnya, di salah satu komplek perumahan di Karang Tengah, Kecamatan Cibadak.

Rita mengenal pria yang kemudian menjadi suami ketiganya itu, setelah dipertemukan oleh saudara Iwan yang juga tinggal di daerah Karang Tengah. Tidak lama berpacaran, merekapun memutuskan untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.

Namun sayangnya, tidak seperti ketika masih berpacaran, setelah menikah justeru Iwan berubah menjadi tidak lagi perhatian terhadapnya.

Lama kelamaan, Rita merasa jengah dengan sikap sang suami. “Jujur aja, dalam banyak hal dia baik. Sangat baik. Tapi kurang perhatian... Dia gak bisa ngertiin keinginan saya,” ungkap Rita seraya kembali menghisap rokoknya.

“Pengertian seperti apa?” Tanya penulis.

“Semua, kang. Kalau materi saya gak menuntut yang besar atau mahal. Tapi dia memang gak pernah perhatian. Cuek gitu.”

Namun sikap Iwan yang begitu baik, justeru membuat Rita merasa tidak memiliki cara untuk menggugat cerai suami ketiganya itu. Bahkan ketika Rita mengaku sudah sangat jengah dengan sikap Iwan.

Hingga suatu ketika, di dalam sebuah bis saat perjalanan menuju tempat kerjanya di Kelapa Gading, Rita bertemu seorang pria asal Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Sebut saja lelaki itu, Adi.

Perkenalan dengan Adi rupanya tidak sebatas teman perjalanan dalam satu bangku di bis saja. Merekapun saling bertukar nomor handphone.

Lama kelamaan, hubungan mereka kian intens dan karib. Sehingga keduanya benar-benar sudah gelap mata dan mulai “bermain api”.

Dan akhirnya, dengan Adi itulah Rita mulai berselingkuh. Keduanya kerap memadu janji untuk bertemu. Seperti biasa, pertemuan demi pertemuan selalu diakhiri dengan bermesraan di kamar hotel, baik di Jakarta ataupun jika janji bertemu di Sukabumi.

Rita sepertinya memang sudah benar-benar gelap mata. Sampai-sampai, semua nasehat teman-teman dekatnya pun tidak pernah ia gubris.

Rita sudah larut di jalur panas kehidupan yang dijalaninya.

Sampai akhirnya, perceraian seperti yang diinginkan Rita pun menerpa pasangan yang juga dikaruniai seorang anak itu.

Namun anehnya, setelah perceraiannya dengan Iwan terjadi, Rita justeru memilih menghentikan hubungan gelapnya dengan Adi. Tanpa alasan yang jelas.

Pria Keempat

Satu tahun setelah perceraian dengan suami ketiga, Tuhan kembali mempertemukan Rita dengan seorang pria, di salah satu rumah makan yang terletak di seberang Toserba Yogya, Kota Sukabumi. Panggil saja namanya Yudi.

Yudi adalah seorang pria yang telah memiliki anak dan istri. Namun menurut Rita, karena seorang pengangguran, Yudi kerap disikapi kasar oleh istri pertamanya. Masih menurut Rita pula, Yudi juga memiliki istri kedua di Cibadak dan dikaruniai seorang anak lelaki. Namun hal itu kerap dibantah Yudi.

“Tapi saya tahu banget... Itu memang anaknya. Saya sering komunikasi dengan istri keduanya, karena hubungan kami juga cukup baik,” ujar Rita.

Singkat cerita, keduanya pun bersepakat memadu kasih. Seperti halnya hubungan pacaran dengan lelaki-lelaki sebelumnya, hubungan percintaan wanita yang kini telah memiliki enam cucu itupun, kerap dibumbui hubungan badan layaknya suami istri. 

“Saya yang memasukkannya kerja sebagai tenaga harian lepas (Rita menyebut salah satu lembaga pemerintahan di Kota Sukabumi). Dia baik, perhatian, dan... Bijaksana gitu,” papar Rita dengan suara parau.

Bola mata Rita mulai berkaca-kaca. Tatapannya kosong ke arah kiri tempat penulis duduk, seperti tengah menyaksikan ikan-ikan yang berenang di dalam mini aquarium yang terletak di belakang sebelah kiri penulis.

Setelah empat bulan berpacaran, tepat 17 Oktober 2014, Yudi dan Rita mengucap ikrar nikah secara agama.

Setelah menikah dengan Yudi, Rita mengaku nyaman. Walau gajinya sebagai tenaga harian lepas tergolong kecil, Rita tidak terlalu memikirkan kondisi keuangan suaminya itu. Sehingga walaupun Rita bekerja di tempat yang dikenal banyak godaan, tidak pernah terpikirkan olehnya untuk berselingkuh dari Yudi.

“Penghasilan saya per bulan kerja di spa plus bisa sampai tujuh jutaan. Itu aja cukup untuk hidup berdua,” aku Rita. “Bahkan bisa dibilang, saya yang menjamin semua kebutuhan suami. Dari membelikannya handphone, sepeda motor, sampai celana dalam pun saya yang beli,” imbuhnya.

Rita mengaku sangat menikmati kebersamaan dengan suami keempatnya itu. Sampai kemudian mulailah nestapa itu datang. Yudi didera stroke, hingga kemudian koma dan harus dirawat selama lima hari sejak 27 November 2014, di RS Syamsudin, SH, Kota Sukabumi. Selama dirawat, Rita pula yang menanggung semua biaya pengobatan Yudi.

Sampai pada suatu hari, nestapa itu kian menjadi. 3 Desember 2014, Yudi dipanggil yang Maha Kuasa.

Ditinggal suami tercinta tentu saja membuat Rita sangat terpukul.

Bayangin aja, setelah menikah dengan almarhum, saya seperti menemukan kiblat hidup. Saya mulai rajin sholat dan membaca Al Qur’an,” terang Rita dengan terbata. Butir-butir air bening nampak mulai membasahi sudut-sudut matanya, kemudian mengalir di kedua sisi hidung mancungnya. Namun spontan Rita menyeka dengan kedua jari telunjuk tangannya sebelum air mata itu jatuh.

Satu hal yang membuat Rita sakit hati kemudian, adalah tuduhan anak-anak dari istri pertama Yudi, mereka menuduhnya sebagai penyebab kematian Yudi. Namun Hal itu tidak pernah dipedulikan oleh Rita.

Bahkan pada suatu hari, datanglah anak lelaki Yudi dari istri pertama, hendak mengambil handphone dan sepeda motor yang biasa digunakan Yudi. Namun permintaan tersebut ditolak Rita.

***

Oh, iya... Hampir penulis lupa, bagaimana sikap Iwan ketika mengetahui Rita berselingkuh?

Pembaca juga penasaran kan? Sama, penulis pun merasa penasaran. Akhirnya saya, Fery Heryadi dari sukabumiupdate.com, memutuskan untuk berkirim pesan singkat kepada Rita, untuk menanyakan sikap suami ketiganya tersebut.

Dalam balasannya, Rita menjawab: “Tdk msalah,,, Dia mmg baik. Kt jg berpisah dgn baik.”

Duh, untung penulis inget, ya? Kalau tidak, saya dan pembaca pasti sama-sama jengkel karena tidak pernah mengetahui apa yang terjadi ketika itu.

***

Catatan:

Penulis dipertemukan dengan narasumber oleh seorang teman perempuan, yang juga merupakan sahabat dekat narasumber, di salah satu gang sempit di wilayah Cibaraja, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Hingga kini, Rita bekerja di salah satu spa plus di kawasan Kelapa Gading, Jakarta. Di spa tersebut, pemilik rambut ikal dipotong sebahu itu, memiliki empat orang “anak asuh” yang sengaja ia pilih karena memiliki rupa yang cantik.

Keempat “anak asuh” tersebut berusia di atas 18 tahun, asli Sukabumi.

Penyunting: RESITA NOVIANA
Berikan Komentar


Rekomendasi untuk Anda

World Class University di Sukabumi, STT Nusa Putra Gelontorkan Rp13 Miliar
Promoted Content

World Class University di Sukabumi, STT Nusa Putra Gelontorkan Rp13 Miliar