Kamis, 17 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Desaku

Terinspirasi The Raid, Pemuda Surade Produksi Film
Sistem ZIS Desa Nanggerang Kabupaten Sukabumi Jadi Percontohan Lazisnu Indonesia
Jembatan Unik di Jampang Tengah, Bisa Dibongkar Pasang Dalam Satu Hari
Tahun ini, Ada 71 Pilkades Serentak di Kabupaten Sukabumi
Pemuda Cipanggulaan Kecamatan Parungkuda Sulap Masalah Jadi Berkah
Keren, Desa Sukaraja Kabupaten Sukabumi Dibuatkan Film Dokumenter oleh Kemensos
Mengintip Usaha Arang Batok Kelapa Cibolangkaler
Sejak Indonesia Merdeka, Jalan Cibangkong Belum Pernah Diaspal
250 Warga Miskin Nagrak Utara Kabupaten Sukabumi Dapat KK Gratis
47 Desa di Kabupaten Sukabumi Jadi Percontohan


Pemuda Cipanggulaan Kecamatan Parungkuda Sulap Masalah Jadi Berkah

Senin, 07 November 2016 - 05:12:38 WIB


Pemuda Cipanggulaan Kecamatan Parungkuda Sulap Masalah Jadi Berkah
© dok. KMC07.
Pemuda Kampung Cipanggulaan sedang mengepul dan memilah sampah rumah tangga.

SUKABUMIUPDATE.COM - Tidak hanya di Kampung Cipanggulaan RT 07/03, Desa Pondokasolandeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, tetapi hampir di semua wilayah, persoalan sampah rumah tangga memang menuntut penyelesaian segera dan konkret. Tetapi pemuda Kampung Legok Catang, sudah sejak empat bulan lalu aktif menyulap masalah tersebut menjadi berkah.

"Dari pada dibuang ke sungai atau selokan, lebih baik sampah rumah tangga ini dikelola pemuda. Hasilnya juga untuk lingkungan sendiri. Untuk kegiatan masyarakat juga. Jadi dari warga, oleh warga, dan untuk warga," jelas Bendahara Karya Mandiri Cipanggulaan (KMC07) Cepy Sopyan kepada sukabumiupdate.com, Minggu (6/11).

Ditambahkan Cepy, sampah yang diolah menjadi pupuk, digunakan kembali untuk pembibitan pohon jengjeng dan jabon. Menurut Cepy, setiap minggunya, tidak kurang dari 200 kantong bibit pohon mereka hasilkan. "Yang organik dibuat sebagai bahan pupuk untuk pembibitan pohon, kalau yang nonorganik dikumpulkan dan dijual untuk uang kas warga."

Sementara itu, menurut Penasehat KMC07 Ato Nurwanto, sebagai orang tua ia merasa berkepentingan mendukung aksi pemuda di kampungnya. "Dari pada melakukan hal negatif lebih baik diarahkan ke kegiatan produktif. Lagi pula pengumpulan sampah rumah tangga dilakukan setiap hari libur, jadi tidak mengganggu kerja mereka."

Namun demikian, ditambahkan Ruswanto, persolan belum selesai di situ. Untuk mengepul sampah, mereka membutuhkan gerobak sampah, karena harus keliling kampung. "Sekarang menggunakan drum plastik diberi roda besi, tapi akibatnya jalan lingkungan menjadi rusak. Jadi mau tidak mau harus dipanggul."

Ditambahkan Ato, mereka sudah berusaha mengajukan proposal permintaan gerobak sampah ini ke dinas-dinas terkait, tapi sampai sekarang belum ada hasil.

Reporter: Bagea Awi Dan Heni/Kontributor
Redaktur: Danang Hamid
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:

Berikan Komentar