Minggu, 24 September 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Polisi Tangkap Pembunuhan Sadis Egi Adi Wiguna Warga Cibatu Kabupaten Sukabumi
Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Sadis, Warga Cibatu Kabupaten Sukabumi Tewas Penuh Luka Tusuk
Dianiaya, Pemuda Asal Tipar Kota Sukabumi Tewas Mengenaskan
Ini Kronologi Penganiayaan Warga Tipar Kota Sukabumi Hingga Tewas
Mengaku Kesal Sering Dipalak, Kakak Beradik Ini Bunuh Warga Cibatu Kabupaten Sukabumi
Biadab, Bapak Bejad Asal Warungkiara Kabupaten Sukabumi Tega Gagahi Dua Anak Kandung Sejak Kelas IV SD Hingga Melahirkan
Lagi, Pantai Citepus Kabupaten Sukabumi Telan Korban Jiwa
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK


Pemkot Sukabumi Pastikan Anggaran Desk Pilkada dan Pilgub 2018 Dibawah Rp200 Juta

Senin, 17 Juli 2017 - 16:01:26 WIB


Pemkot Sukabumi Pastikan Anggaran Desk Pilkada dan Pilgub 2018 Dibawah Rp200 Juta
© Herry Febrianto
Ilustrasi Balai Kota Sukabumi.

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi memastikan anggaran Desk Pemilihan Kepala Daerah dan Gubernur Jawa Barat 2018, akan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) perubahan.

Pasalnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tidak akan mengucurkan anggaran bagi kota dan kabupaten yang melaksanakan Pilkada serentak.

BACA JUGA: Kemana Arah Politik Incumbent dan Peluang Menang di Pilkada Kota Sukabumi 2018-2023

"Sampai hari ini, Provinsi Jawa Barat hanya menganggarkan bagi daerah yang tidak melaksanakan Pilkada, mungkin nanti kita satukan dengan Desk Pilgub," ujar Ketua Desk Pilkada, Hanafie Zain kepada sukabumiupdate.com, Senin (17/7).

Hanafie mengakui pihaknya masih menghitung kebutuhan anggaran untuk mendukung operasional Desk Pilkada, karena nantinya akan dipergunakan untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat dan membayar honor tenaga ahli serta peralatan pendukung. "Nanti kita anggarkan di perubahan, hanya sekitar Rp100-Rp150 juta," katanya.

Dibentuknya Desk Pilkada, jelas Hanafie juga juga bertujuan memberikan warning ke Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak melakukan kegiatan politik namun secara personal juga memiliki hak politik.

BACA JUGA: Pilkada Kota Sukabumi 2018-2023, Pengamat Politik: Persaingan Ketat Tapi Lambat Panas

"Secara fisik ASN tidak boleh ikut kampanye, tetapi di dalam undang-undang menyatakan secara pribadi punya hak politik," jelasnya.

Selain itu, lanjut Hanafie, nantinya Desk Pilkada akan melakukan koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum dan Panitia Pengawas Pemilu untuk membahas kegiatan tahapan-tahapan. "Jika nanti ada persoalan secara teknis, bisa diselesaikan di Desk Pilkada," pungkasnya. 

Redaktur: HERRY FEBRIANTO
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar