Jumat, 20 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Ekonomi

Ini Cara Ribuan Karyawan PT Muara Tunggal Kabupaten Sukabumi Tolak Rentenir
Disedot Online, Penumpang Angkutan Umum di Kota Sukabumi Berkurang Hingga 80 Persen
APBD Kabupaten Sukabumi Rp3,161 T, Ini Komposisinya
DPC GSBI Sukabumi: UMK Tahun 2018 Dipastikan Naik 8,71 Persen
Di Sukabumi, si Pleci Bisa Seharga Motor Sport
Anda Perlu Ayam Kampung? Datanglah ke Cicantayan Kabupaten Sukabumi
Seluruh Tol Bocimi Ditargetkan Selesai 2019
Mengintip Masa Depan Jampang dari Secangkir Kopi
Kisah Pelipur Lara di Gang Lipur Kota Sukabumi
Dari Nyalindung Menuju Pasar Teh Dunia


Pelajar Indonesia di Oxford Promosikan Tempe

Selasa, 22 November 2016 - 07:44:11 WIB


Pelajar Indonesia di Oxford Promosikan Tempe
© Antara
Ilustrasi--Mahasiswi menunjukkan Pizza berbahan Tempe (kanan) di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS), Jawa Timur.

SUKABUMIUPDATE.COM - Para pelajar Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di Oxford (PPI Oxford) bersama gerakan Indonesian Tempe Movement (ITM) mempromosikan tempe melalui workshop pengenalan dan cara membuat tempe di Oxford University, kota Oxford pada akhir pekan lalu. 

Ketua PPI Oxford, Sandoko Kosen, kepada Antara London, Selasa, mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya ITM untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa tempe adalah persembahan dari Indonesia untuk dunia.

Alasannya, tempe adalah solusi kebutuhan makanan sehat, enak, ramah lingkungan, dan memiliki aspek budaya yang kental. Dengan identitasnya yang unik, tempe memiliki potensi internasional untuk dikembangkan dalam bidang pangan, kesehatan, seni, dan bisnis.

Dengan mengenal cara membuat tempe, peserta diharapkan menjadi lebih "dekat" dengan makanan Nusantara ini, atau bahkan terinspirasi membuka usaha terkait tempe, ujarnya Selasa (22/11).

Gagasan diadakananya pelatihan dan mengenai tempe datang dari Perwakilan ITM, yaitu Amadeus Driando Ahnan atau yang biasa disapa Ando yang sedang menempuh studi doktoral Food Science di University of Massachusetts Amherst.

Selain itu, Inda Imanda yang sedang menempuh studi master bidang Math di Oxford University, dan Filemon Yoga Adhisatya yang sedang menempuh studi Master of Business Administration di University of Manchester.

Kegiatan pelatihan tentang tempe merupakan bagian dari rangkaian kegiatan ITM lainnya seperti konferensi internasional, publikasi buku tempe, dan pendaftaran tempe sebagai "UNESCO intangible heritage", hingga pembinaan wirausaha tempe di penjara Cipinang, mahasiswa putus sekolah, dan tempat rehabilitasi narkoba.

Sumber: ANTARA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: Ekonomi

Berikan Komentar