Kamis, 17 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Ekonomi

Disedot Online, Penumpang Angkutan Umum di Kota Sukabumi Berkurang Hingga 80 Persen
APBD Kabupaten Sukabumi Rp3,161 T, Ini Komposisinya
Ini Cara Ribuan Karyawan PT Muara Tunggal Kabupaten Sukabumi Tolak Rentenir
Di Sukabumi, si Pleci Bisa Seharga Motor Sport
Seluruh Tol Bocimi Ditargetkan Selesai 2019
Mengintip Masa Depan Jampang dari Secangkir Kopi
Anda Perlu Ayam Kampung? Datanglah ke Cicantayan Kabupaten Sukabumi
Kisah Pelipur Lara di Gang Lipur Kota Sukabumi
Dari Nyalindung Menuju Pasar Teh Dunia
Kenikmatan Sebuah Meja Cooking Class di Kota Sukabumi


Pedagang dan Pembeli Gado-gado Cibadak Curhat Soal Harga Cabai Rawit

Minggu, 15 Januari 2017 - 13:58:31 WIB


Pedagang dan Pembeli Gado-gado Cibadak Curhat Soal Harga Cabai Rawit
© Suhendi Soek
Kedai gado-gado Narti Sularti.

SUKABUMIUPDATE.com - Narti Sularti (39) warga Kampung Pintu RT 03/09, Kelurahan/Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, ikut mengeluhkan terjadinya lonjakan harga cabai rawit di pasaran. Ia mengaku usaha kecilnya terancam gulung tikar.

Gado-gado Narti, sebelum cabai rawit naik, per porsi dijual lima ribu Rupiah. Tapi setelah harga cabai rawit naik, ia menjualnya seharga delapan ribu Rupiah. "Tapi masalahnya, semenjak harga cabai rawit naik, pembeli gado-gado jadi menurun, nggak tahu penyebabnya apa," Minggu (15/1).

Kepada sukabumiupdate.com, Narti mengaku, biasanya meraup keuntungan Rp50 ribu per hari. Namun setelah harga cabai rawit naik, keuntungannya semakin mengecil. "Boro-boro buat nabung, buat makan saja ngambil dari modal. Lama-lama bisa berhenti jualan," ucapnya.

Ida Farida (38), seorang pembeli gado-gado menuturkan, sekarang membeli gado-gado, kalau ingin pedes harus nambah uang seribu Rupiah. "Itu pun jumlah cabai rawitnya nggak banyak, cuma tujuh biji. Itu pun masih kurang pedes, karena mungkin masih muda sudah dipetik."

Reporter: SUHENDI SOEK
Redaktur: ANISA SITI RIZKIA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:Sukabumi

Berikan Komentar