Selasa, 27 Juni 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Mereka

Gadis Skuad Timnas Asal Kabupaten Sukabumi: Ingin Obati Mata Ayah Agar Bisa Nonton Saya Main Sepak Bola
10 Pertanyaan untuk Warga Sukabumi yang Diduga Menistakan AlQuran
Mang Dedi: Orang Sukabumi Jangan Bicara Budaya Sunda, Benerkeun Heula Basa Sapopoe
Puri adalah Puri. Pewaris Darah Seni Uyan Asmi
Mak Dini Turun Gunung, Pimpin LSM Kompak Kabupaten Sukabumi
Pebola Wanita Asal Kabupaten Sukabumi Ini, Ditinggal Ayah Saat Ia Terpilih Memperkuat Timnas
Berpuasa di Negeri Orang, Gadis Kota Sukabumi Melawan Rasa Kangen
Kabupaten Tasikmalaya Mandiri di Tangan Santri
Ajengan Genteng, Teman Diskusi Bung Karno dan Guru dari Ki Hajar Dewantara
Dari Cibatu Menuju Bisnis Travel Wisata


Para Pendekar Cantik Penjaga Polres Sukabumi Kota, Berani?

Rabu, 08 Februari 2017 - 19:56:39 WIB


Para Pendekar Cantik Penjaga Polres Sukabumi Kota, Berani?
© FB Lodaya Tandang
Polwan sekaligus seniman Sunda Polres Sukabumi Kota.

SUKABUMIUPDATE.com - Dengan kostum penari lengkap, siapa sangka jika seniman tari sekaligus pesilat ini adalah anggota Polisi Wanita (Polwan) Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi Kota. Mereka adalah seniman tari dan seni Sunda yang tergabung dalam Padepokan Lodaya Tandang.

Sebuah padepokan seni milik Polres Sukabumi Kota, sehingga otomatis semuanya adalah anggota polisi. Selain menunaikan tugas utama sebagai abdi masyarakat, seniman Lodaya Tandang ini memiliki misi khusus mendekatkan diri dengan masyarakat melalui jalur seni dan budaya.

Lodaya Tandang diarsiteki oleh Ipda Dedeh Waningsih atau akrab disapa Dewa, seorang Polwan senior ini sudah malang melintang di dunia seni budaya Sunda Sukabumi. Di bawah pimpinan Kapolres, AKBP Rustam Mansur, Dewa cs mendapat angin segar untuk meneruskan kecintaannya terhadap seni dan budaya, bahkan mendapat mandat untuk mengelola Padepokan Lodaya Tandang.

BACA JUGA:

Ketika Polwan Cantik di Kota Sukabumi Mengajar Ngaji

Bikin Rusuh Kota Sukabumi, Hadapi Dulu Garda Elit Polwan Ini

Setiap Hari, Ini yang Dilakukan Rahma Polwan Polsek Cicurug Kabupaten Sukabumi

Menurut Dewa, menjadi seniman sekaligus seorang polisi menjadi tantangan tersendiri, di satu sisi ia ingin selalu eksis menjadi seniman, di sisi lainnya ada tugas dan kewajiban yang tak boleh ia abaikan. “Kedah pinter ngatur waktu jeung nempatkeun diri,” tutur Dewa mengawali percakapan dengan sukabumiupdate.com, Rabu (8/2).

Dewa mengakui sering perang batin terutama saat ada helaran di luar daerah, tapi tidak bisa pergi karena sedang dinas. Namun setelah intitusi tempat dia mengabdi melirik kebudayaan lokal sebagai bagian dari cara merangkul masyarakat, berseni dan bertugas menjadi satu kesatuan saling mengisi.

“Dulu mah setiap ada acara pisah sambut atau seremonial lainnya, yang sering tampil itu paling paduan suara, tapi sekarang bisa dilihat sendiri hampir setiap acara resmi dibuka dengan kesenian tradisional. Untuk lebih menarik dan sekaligus memperlihatkan intregritas, saya padukan gerak tari dan silat serta melibatkan unsur lain di dalamnya. Tak hanya Polwan anggota TNI dari Kodim 0607 serta masyarakat kerap saya libatkan,” ujar Dewa.

Apa yang dilakukan Dewa saat ini, menjadi selaras dengan semangat Polri sebagai Pengayom Masyarakat. Polri adalah bagian tidak terpisahkan dari masyarakat, termasuk dalam urusan seni dan budaya.

Reporter: DIMAS DR/Kontributor
Redaktur: FIT NW
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar