Senin, 25 September 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Internasional

Marwan Persentasikan Geopark Ciletuh Palabuhanratu Dihadapan 50 Delegasi Negara Peserta GGN
Mungkinkah Nabi Adam Itu Siwa? Ataukah Buddha?
Rusia Blokir Dua Situs Porno Ternama
Kereta Tergelincir, Dua Orang Tewas dan Puluhan Terluka
ISIS Kehilangan Tokoh Propaganda
Nahas, Kereta Tergelincir dan Tabrak Rumah
Nonton Orang Bunuh Diri, Dua Warga Justru Tewas, Kok Bisa?
Sadis, Ayah Siarkan Aksi Bunuh Bayi Kandung dan Bunuh Diri Lewat Facebook
Truk dan Bus Bertabrakan Tewaskan 12 Orang
Tragis, Nenek Ini Tinggal di Kandang Babi Bertahun-tahun


Para Ahli: Korea Utara Menuju Kiamat Jika Terus Uji Nuklir

Kamis, 14 September 2017 - 10:44:13 WIB


Para Ahli: Korea Utara Menuju Kiamat Jika Terus Uji Nuklir
© Hindustan Times
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

SUKABUMIUPDATE.com - Para ahli senjata mengatakan, Korea Utara dapat masuk ke jurang kiamat jika negeri itu terus menerus melakukan uji coba nuklir. 

Mereka juga menuturkan, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un harus bertindak cepat mengatasi radiasi nuklir bila Korea Utara melanjutkan program nuklirnya.

Korea Utara telah melakukan uji coba nuklirnya yang keenam pada bulan ini, 3 September 207, sehingga menimbulkan ketakutan dunia. Langkah negeri komunis itu disambut oleh Dewan Keamanan PBB menerapkan sanksi baru yang ditetapkan dalam sidang Senin, 11 September 2017.

Kendati banyak pihak mengkhawatirkan nuklirnya, Presiden Kim Jong-un tetap membangunan senjata nuklir.

"Uji coba nuklir di kawasan pegunungan Pungye-ri dapat menimbulkan bencana," ujar para ahli.

Paik Hak-soon, seorang peneliti di Sejong Institute, memperingatkan, uji  coba di Provinsi Hamgyong dapat menimbulkan bencana besar bagi rezim karena mengakibatkan konsekwensi mematikan.

Kekhawatiran serupa disampaikan oleh Hans Kristensen, Direktur Proyek Informasi Nuklir di Federasi Ilmuwan Amerika. Dia memperingatkan bahwa uji coba ledakan memiliki  dampak signifikan lebih besar daripada yang pernah dilihat sebelumnya.

Dia menjelaskan, "Jarak ledak yang saya dengar adalah 100 hingga 250 kiloton, tergantung siapa yang bertanya," ujarnya. Kristensenin melanjutkan, "Peningkatannya signifikan dari uji coba sebelumnya yakni 10-20 kiloton."

Wang Naiyan, seorang peneliti senjata nuklir di Beijing, mengatakan kepada Dailystar, "Kami menyebutnnya mengambil atap. Jika pegunungan runtuh dan membuat lobang terbuka, maka bakal terjadi sesuatu yang buruk."

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar