Rabu, 18 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Pakansi

Bakso Kuburan Mantan, Kuliner Mengejutkan dari Eks TKI Asal Sukabumi
Curug Sawer, Tak Ada Tempat Seperti Ini
Mitos Ki Hamali di Balik Keindahan Curug Cikaso
Ini Sungai Terpendek di Sukabumi, Mungkin Juga di Indonesia, Bahkan Dunia
Pantai Ujung Genteng Segera Miliki Masjid Terapung
Dapoer Mang Boel, Tongkrongan Hits Remaja Sukabumi
Curug Banteng, Kabupaten Sukabumi, Pilihan Wisata Akhir Pekan
Mitos Kamar 308 Inna Beach Hotel Palabuhanratu
Sediakan Warung Sarapan Gratis, Pria di Kota Sukabumi Ini Patut Ditiru
Mau Tahu Jika Curug Cikaso Kabupaten Sukabumi Ngamuk? Sekarang Saatnya


Pantai Karanghawu Kabupaten Sukabumi Antara Mitos dan Saksi Bisu Penyebaran Agama Islam

Senin, 07 Agustus 2017 - 01:20:36 WIB


Pantai Karanghawu Kabupaten Sukabumi Antara Mitos dan Saksi Bisu Penyebaran Agama Islam
© Nandi
Pantai Karanghawu.

SUKABUMIUPDATE.com - Bagi wisatawan, nama Pantai Karanghawu, destinasi wisata yang berada di Desa Cikakak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sudah tidak asing lagi. Objek wisata ini menjadi salah satu destinasi wajib yang dikunjungi saat liburan.

Nah. Jarak tempuh Pantai Karangwahu ini, sekitar 75 kilometer dari arah Kota Sukabumi, atau sekitar dua jam perjalanan menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua. Sementara untuk menuju puncak pegunungan itu, pengunjung harus berjalan kaki melalui jalan setapak, kurang lebih 20 menit. Selama melakukan perjalanan pengunjung akan dimanjakan pemadangan indahnya suasana pantai dari ketinggian.

BACA JUGA: Miniatur Perahu Kayu, Souvenir Khas Pantai Karanghawu Kabupaten Sukabumi

Sementara dari arah Jakarta, pengunjung cukup mengambil jalur Cibadak, dengan jarak tempuh sekitar tiga hingga empat jam. Sejarah nama Karanghawu, disebut-sebut karena di lokasi itu, banyak tumpukan batu karang yang menyerupai hawu (tungku).

Objek wisata ini, sangat erat kaitannya dengan mitos atau legenda penguasa laut selatan Nyi Roro Kidul dan penyebaran agama islam di bagian Selatan Kabupaten Sukabumi. Tak jauh dari bibir pantai, terdapat dua bukit dengan latar belakang pepohonan rindang yang sejuk nan asri. Kedua bukit itu, bernama Gunung Winarum dan Gunung Rahayu. Konon ceritanya, tebing yang menjorok ke laut itu, merupakan singgasana Nyi Roro Kidul.

Di bukit tersebut terdapat beberapa makam, diantaranya makam Syekh Hasan Ali ulama besar Sukabumi, serta makam Nyi Mayang Sari Naga Sari. Kedua makam itu, sangat dikeramatkan warga.

BACA JUGA: Pesona Alam Nirwana Cipanitik: Hutan Lindung di Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi yang Disulap Jadi Tempat Wisata

Kemudian ada sebuah bangunan yang dipercaya sebagai tempat persingggahan Nyi Roro Kidul. Di dalam ruangan, terdapat lukisan besar menggambarkan sosok Nyi Roro Kidul. Ruangan itu didekorasi dengan dominasi warna hijau. Tempat ini sering dikunjungi peziarah, khususnya pada malam Jumat.

Di sebelah bangunan, terdapat makam Eyang Sanca Manggala, Eyang Jala Mata Makuta, dan Eyang Lendra Kusumah. “Ketiga makam tersebut merupakan  makam  para penyebar agama islam di kawasan Selatan Sukabumi yang diutus oleh para Wali. Jadi jangan heran kalau komplek makam tersebut sering di kunjungi banyak orang untuk berziarah guna mendapat keberkahan,” kata juru kunci makam, Ganjar (37 tahun), Minggu (6/8/2017).  

Di dekat makam keramat itu, ada sebuah cekungan batu karang yang selalu berisi air. Para peziarah percaya, membasuh muka dan mandi menggunakan air di cekungan itu membawa berkah. Tak sedikit pengunjung membawa air dari batu cekukangan itu menggunakan botol atau jerigen.

BACA JUGA: Ingin Wisata Pantai, Coba Datang ke Cikembang Cisolok Kabupaten Sukabumi

Ganjar menambahkan Syekh Hasan Ali, seorang ulama besar di daerah Sukabumi. Gunung Winarum, kata dia, saksi bisu pertemuan 40 ulama besar dalam penyebaran agama islam, di daerah Selatan Kabupaten Sukabumi.

Sementara di puncak Pegunungan Rahayu terdapat makam tokoh penyebar agama Islam lainnya, yang bernama Raden Dikudratullah dan Raden Cengkal, keduanya adalah keturunan dari Sunan Gunung Jati.

“Pantai Karanghawu dan kedua gunung itu, pada hari tertentu ramai dikunjungi peziarah yang ingin bertemu dengan Nyi Roro Kidul,” katanya.

Reporter: NANDI/Kontributor
Redaktur: RONY M SAMOSIR
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar