Sabtu, 21 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Ekonomi

Ini Cara Ribuan Karyawan PT Muara Tunggal Kabupaten Sukabumi Tolak Rentenir
Disedot Online, Penumpang Angkutan Umum di Kota Sukabumi Berkurang Hingga 80 Persen
APBD Kabupaten Sukabumi Rp3,161 T, Ini Komposisinya
DPC GSBI Sukabumi: UMK Tahun 2018 Dipastikan Naik 8,71 Persen
Di Sukabumi, si Pleci Bisa Seharga Motor Sport
Anda Perlu Ayam Kampung? Datanglah ke Cicantayan Kabupaten Sukabumi
Seluruh Tol Bocimi Ditargetkan Selesai 2019
Mengintip Masa Depan Jampang dari Secangkir Kopi
Kisah Pelipur Lara di Gang Lipur Kota Sukabumi
Dari Nyalindung Menuju Pasar Teh Dunia


Pansel OJK Gelar Pertemuan dengan Dewan Komisioner Terpilih

Senin, 19 Juni 2017 - 13:30:54 WIB


Pansel OJK Gelar Pertemuan dengan Dewan Komisioner Terpilih
© Twitter (@KemenkeuRI)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Ada 100 negara berkomitmen internasional dlm AEoI. 50 negara akan mulai thn ini, sisanya mulai 2018.

SUKABUMIUPDATE.com - Panitia Seleksi (Pansel) Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hari ini menggelar pertemuan dengan jajaran Dewan Komisioner OJK terpilih. Pertemuan yang berlangsung secara tertutup itu dimulai sejak pukul 08.30 WIB di kantor Sekretariat Pansel, Gedung Juanda, Kementerian Keuangan, Jakarta,Senin (19/6).

Anggota Pansel yang tampak hadir di antaranya Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dan Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo. Seperti diketahui, Pansel diketuai Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan berisikan anggota dari berbagai kalangan, baik industri maupun akademikus.

Berdasarkan hasil uji kelayakan dan kepatuhan atau fit and proper test, serta voting yang dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) beberapa waktu lalu, nama Wimboh Santoso muncul sebagai pemimpin baru Dewan Komisioner OJK, berselisih 46 suara dengan Sigit Pramono.

Adapun anggota Dewan Komisioner OJK lain yang terpilih adalah Riswinandi, Heru Kristiyana, Nurhaida, Hoesen, Ahmad Hidayat, dan Tirta Segara.

Agus DW Martowardojo sebelumnya menyampaikan kepada pemimpin OJK yang baru agar dapat membangun lembaga itu menjadi kredibel dan kuat melakukan supervisi sektor keuangan agar berkembang dengan baik. Selain itu, OJK diharapkan mampu menjadi penunjang sektor pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi Indonesia. 

"Kami lihat kelembagaan harus diperkuat karena fungsi utama OJK adalah pengawasan terintegrasi sehingga bisa terus membangun pengawasan terintegrasi," ujar Agus, Jumat, 9 Juni lalu. 

Sejumlah tantangan yang harus dihadapi Dewan Komisioner OJK, menurut Agus, adalah bagaimana bisa mendukung pengembangan sektor keuangan, juga kapabilitas dan kapasitas perlu dibangun, seiring dengan upaya pendalaman pasar keuangan.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: Ekonomi

Berikan Komentar