Minggu, 20 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Keluarga

Wanita Sukabumi Wajib Tahu 10 Fakta Selingkuh Ini
Yava Cafe Cicurug, Menikmati Kopi dalam Ruang Multi Konsep
Salah Kaprah tentang Berendam di Air Belerang
Kondom Perempuan, Kisah dan Cara Menggunakannya
Nama yang Paling Banyak Dipilih untuk Bayi Lelaki Sepanjang 2017
Tiga Fashion Item Wajib Dimiliki Wanita Karir
Korban Kosmetik Ilegal Serukan Kewaspadaan Pada Konsumen
Berhijab Bukan Penghalang untuk Tampil Modis dalam Balutan Busana Kerja
Wali Kota: Masyarakat Kota Sukabumi Hobi Belanja
Hijabers Mom Community Sukabumi, Together We Share and Care


Pakai Aromaterapi, Hati-hati Ibu Hamil dan Penderita Asma

Rabu, 09 Agustus 2017 - 09:38:17 WIB


Pakai Aromaterapi, Hati-hati Ibu Hamil dan Penderita Asma
© alodokter.com
Teknik Pengolahan dan Cara Kerja Aromaterapi.

SUKABUMIUPDATE.com - Aromaterapi sering dianggap sebagai tren. Padahal terapi ini memiliki sejarah yang panjang. Penelitian ilmiah aromaterapi memang baru dilakukan pada awal abad ke-20, tapi sejarahnya sudah ada ribuan tahun lalu di Cina yakni dengan cara membakar rempah-rempah tertentu dan aromanya dihirup untuk kesehatan.

Aromaterapi juga digunakan oleh bangsa Mesir dan Arab dan diperkirakan pertama kali dibawa ke Eropa oleh para prajurit saat Perang Salib. Kemudian di awal abad ke-20, ilmuwan Prancis, Rene-Maurice Gattefosse, mulai mempelajari zat-zat kimia pada minyak esensial setelah menggunakan minyak lavender untuk menyembuhkan luka bakar di tangannya akibat kecelakaan di laboratorium.

Seperti dikutip dari laman Foxnews, minyak esensial adalah aroma yang dikumpulkan dan diekstraksi dari dedaunan, bunga-bunga, biji-bijian, akar, atau kulit kayu. Minyak esensial yang populer adalah lavender, mawar, tea tree, pepermin, lemon, rosemari, dan ekaliptus. Aromaterapi modern dinikmati dengan cara menghirup aroma salah satu minyak esensial tersebut dan dipercaya mampu memperbaiki kesehatan fisik dan mental.

Penggunaan minyak esensial dianjurkan oleh ahli aromaterapi dan digunakan untuk meredakan dari sembelit sampai kanker. Meski banyak minyak yang khasiatnya belum terbukti secara ilmiah, bila digunakan hanya sebagai terapi pelengkap, risiko kesehatan terkait minyak esensial sangat kecil. Akan lebih baik lagi bila penggunaannya di bawah pengawasan ahlinya.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar