Rabu, 18 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi
Polsek Cicurug Gelar Olah TKP di PT Koin Baju Global Kabupaten Sukabumi
Tiga Rumah dan Dua Mobil Hilang Tergerus Banjir Cidolog Kabupaten Sukabumi


Pajampangan Mekar dari Kabupaten Sukabumi, Ketua DPRD: Kalau Aspirasi Sah-sah Saja

Minggu, 11 Juni 2017 - 00:50:43 WIB


Pajampangan Mekar dari Kabupaten Sukabumi, Ketua DPRD: Kalau Aspirasi Sah-sah Saja
© Rawin Soedaryanto
Suasana Buka Puasa Bersama di Pondok Pesantren Al Amin.

SUKABUMIUPDATE.com - Sesuai hasil kajian, pemekaran Kabupaten Sukabumi hanya menjadi dua wilayah, yakni Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi Utara. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Agus Mulyadi.

“Kita sedang menunggu keputusan dari pusat saja, seperti apa rekomendasinya kita ngikutin. Mudah-mudahan dengan ada dorongan, segera keluar Peraturan Pemerintah (PP). Seperti apa, ya kita ikuti,” sampainya kepada sukabumiupdate.com di sela-sela acara Buka Puasa Bersama di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Amin, Kecamatan Cicurug, Sabtu (10/6).

BACA JUGA: Mereka yang Setuju Pajampangan Mekar dari Kabupaten Sukabumi

Agus juga menambahkan, kajian pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) itu dari Kabupaten Sukabumi sudah sampai ke Pemerintah Pusat, hanya dua kabupaten, yaitu Kabupaten Sukabumi (induk), dan Sukabumi Utara.

Jika kemudian ada aspirasi, keinginan, atau usulan baru sambungnya, bisa saja. Hanya saja harus dikaji ulang sesuai usulan baru.

"Kalau aspirasi sudah biasa. Kalau dulu ada Susukenir (Sukalarang, Sukaraja, Kebonpedes, Cirenghas-red). Sekarang ada usulan Jampang, ya sah-sah saja. Cuma kalau pemerintah daerah (Pemda) itu, usulan harus berdasarkan mekanisme," tambahnya.

BACA JUGA: Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi: Prioritas Perbaikan Ruas Jalan Dalam Proses Lelang

Salah satu mekanisme yang harus ditempuh, dijelaskan Agus, adalah harus dilakukan kajian terlebih dahulu. "Nah hasil kajian itu yang akan jadi pegangan kita, kalau pun nanti ada aspirasi baru kita kaji ulang. Artinya pemekaran ini kita berhenti dulu, lalu kita lakukan kajian ulang,” papar Agus.

Untuk melakukan itu, kata Agus, tentu harus ada kesepahaman semua pihak. Pemda tinggal memasilitasi dengan kajian-kajian baru. “Hasil kajian itulah yang kita sampaikan ke pusat sebagai rekomendasi. Lalu pusat yang memutuskan,” pungkasnya.

Reporter: RAWIN SOEDARYANTO
Redaktur: RUDI RUSMANA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar