Jumat, 18 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Mereka

Gadis Skuad Timnas Asal Kabupaten Sukabumi: Ingin Obati Mata Ayah Agar Bisa Nonton Saya Main Sepak Bola
10 Pertanyaan untuk Warga Sukabumi yang Diduga Menistakan AlQuran
Mang Dedi: Orang Sukabumi Jangan Bicara Budaya Sunda, Benerkeun Heula Basa Sapopoe
Puri adalah Puri. Pewaris Darah Seni Uyan Asmi
Pebola Wanita Asal Kabupaten Sukabumi Ini, Ditinggal Ayah Saat Ia Terpilih Memperkuat Timnas
Mak Dini Turun Gunung, Pimpin LSM Kompak Kabupaten Sukabumi
Berpuasa di Negeri Orang, Gadis Kota Sukabumi Melawan Rasa Kangen
Kabupaten Tasikmalaya Mandiri di Tangan Santri
Ajengan Genteng, Teman Diskusi Bung Karno dan Guru dari Ki Hajar Dewantara
Dari Cibatu Menuju Bisnis Travel Wisata


Paguyuban Football Fans Club Cicurug Kabupaten Sukabumi Beri Santunan Yayasan Nurun Nisa

Selasa, 13 Juni 2017 - 16:04:23 WIB


Paguyuban Football Fans Club Cicurug Kabupaten Sukabumi Beri Santunan Yayasan Nurun Nisa
© Herpiyana
Fans sepak bola foto bersama dengan anak yatim di Yayasan Nurun Nisa.

SUKABUMIUPDATE.com - Paguyuban Football Fans Club Cicurug, serahkan santunan kepada anak yatim piatu yang berada di Panti Asuhan Yayasan Nurun Nisa yang berada di Kampung Cicatih RT 01/01, Desa Bangbayang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA: Ngumpul Bareng a la Fans MU Base Cicurug Kabupaten Sukabumi

Paguyuban Football Fans Club Cicurug, adalah sekumpulan fans bola asal luar negeri. Mereka terdiri dari fans Manchester United (MU), AC Milan, Real Madrid, Juventus, Chelsea, dan Liverpool.

Ketua Panitia penyerahan santunan, Erik Maulana Iskandar kepada sukabumiupdate.com Selasa (13/6) mengungkapkan, total santunan yang disediakan dan diserahkan sebesar Rp7.022.000. Donasi itu, sebut dia, terkumpul dari angguta masing-masing fans club.

BACA JUGA: JCI Chapter Sukabumi, dari Nobar hingga Aksi Sosial

"Fans club memiliki fanatisme tinggi. Dan sangat mudah diajak melakukan kegiatan positif. “Fanatismenya tinggi, ada istilah ego sektor (membanggakan klub masing-masing). Ya, ini langkahnya sederhana, kita membuka diri dan kemudian "mencolek-colek" pengurus fans club lain,” ujarnya.

BACA JUGA: Milanisti Sukabumi, dari Tiga M Hingga Mencari Jodoh

Sementara, mewakili Pengurus Yayasan Nurun Nisa, Abdul Rosyid mengatakan, tentunya ini bukan hal yang mudah kala semua tidak membuka diri. "Karena kalau masing masing fans club tetap tertutup, hanya memikirkan klubnya saja, tidak akan tercipta kegiatan ini."

Reporter: HERPIYANA APANDI/KONTRIBUTOR
Redaktur: RONY M SAMOSIR
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar