Sabtu, 25 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Terpeleset di Jembatan, Bocah Sindangpalay Kabupaten Sukabumi Terseret Arus Sungai Cibeubeur
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Ribuan Buruh di Parungkuda Dibubarkan, Ternyata Ini Alasannya
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil


Orang Tua Siswa Korban Penganiayaan Ajukan Tuntutan ke Disdik Kabupaten Sukabumi

Selasa, 17 Oktober 2017 - 21:09:12 WIB


Orang Tua Siswa Korban Penganiayaan Ajukan Tuntutan ke Disdik Kabupaten Sukabumi
© Iwan Akar
Orang tua siswa korban penganiayaan berpelukan usai mediasi, Selasa (17/10/2017).

SUKABUMIUPDATE.com - Setelah melakukan mediasi, antara pihak sekolah dengan orang tua korban penganiayaan yang dijembatani Dinas Pendidikan (Disdik), PGRI, serta Badan Kepegawain Daerah (BKD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, di SD Negeri Cipurut I, Desa Selawangi Kecamatan Sukaraja, Selasa (17/10/2017). Akhirnya dari beberapa tuntutan yang disampaikan orang tua korban pun beberapa di antaranya disepakati.

Kendati begitu, informasi dihimpun, mediasi yang digelar siang tadi pun sebelumnya sempat berjalan alot, karena orang tua korban, Usman Fauzan (42 tahun) meminta Kabid Disdak Disdik Kabupaten Sukabumi Iyus Yusuf Hilmi, dan yang hadir dalam kesempatan itu, untuk menghadirkan guru yang diduga sebagai pelaku penganiayaan anaknya dalam pertemuan tersebut.

BACA JUGA: Tak Terima Anaknya Dianiaya, Orang Tua Laporkan Oknum Guru ke Polsek Sukaraja Kabupaten Sukabumi

Namun, sayang permintaan Usman, ditolak beberapa pihak yang hadir dalam pertemuan itu, dengan alasan tidak ingin ada lagi atau terjadi adu mulut, antara terduga pelaku dan orang tua korban yang bisa memicu keributan secara selanjutnya.

Akhirnya, Usman menerima alasan, hanya saja, dirinya mengajukan dua tuntutannya kepada pihak Disdik, pertama Usman meminta oknum guru penganiaya anaknya untuk dimutasi, dan keduanya ganti rugi, berupa uang bekas berobat anaknya.

BACA JUGA: Dianiaya, Pemuda Asal Tipar Kota Sukabumi Tewas Mengenaskan

Iyus pun menyanggupinya dengan catatan, Usman mencabut laporannya di kepolisian, serta memberikan maaf kepada oknum guru yang telah menganiaya anaknya.

“Soal tuntutan orang tua korban yang meminta, agar oknum guru tersebut dimutasi. Kita serahkan sepenuhnya kepada BKD, karena itu merupakan kewenangannya. Kita hanya berupaya memediasi kedua belah pihak saja,” terangnya, kepada sukabumiupdate.com, siang tadi.

Iyus menambahkan, PGRI akan membantu menyelesaikan, kerena PGRI organisasi yang berkompeten untuk urusan etika profesi, maupun BKD sendiri. “Jadi, mengenai sanksi bagi guru Suparjo tersebut akan kami tinjau terlebih dahulu,” ujarnya.

BACA JUGA: Bocah Autis di Sukabumi Diduga Dianiaya Saat Jalani Terapi, Ibu Korban Minta Visum

Sementara orang tua korban, Usman berjanji akan memaafkan guru (Suparjo-red) tersebut, dan bakal mencabut laporan di kepolisian, bilamana Suparjo dimutasikan ke sekolah yang lain.

Sedangkan kesehatan anaknya sendiri, Noval Dikri (12 tahun) kini kondisinya sudah pulih kembali, serta masih tetap bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolahnya.

Reporter: IWAN AKAR/Kontributor
Redaktur: RUDI RUSMANA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar