Kamis, 30 Maret 2017 - WIB Kota SukabumiHujan Sedang, 23 - 32 °C
KURS $ : Jual: 13.280 Beli: 13.110
Follow Us:

Home / Life /

Nikmati Kekhasan Sate Daging Kelinci Liar di Selabintana Kabupaten Sukabumi

Sabtu, 10 Desember 2016 - 08:27:27 WIB


Nikmati Kekhasan Sate Daging Kelinci Liar di Selabintana Kabupaten Sukabumi
© Danang Hamid
Sate kelinci.

SUKABUMIUPDATE.COM - Sate, makanan ini cukup populer di Indonesia, bahkan hingga mancanegara. Irisisan daging ayam, kambing, domba, atau sapi, ditusuk rapi dengan potongan lidi atau bambu yang dipotong kecil dengan panjang sekira 20 centimeter, kemudian dibakar di atas bara arang.

Sate atau satai, sebenarnya bukan asli masakan Indonesia, melainkan kuliner tradisional berbagai bangsa di dunia. Ada banyak hidangan mirip sate di antaranya, yakitori di Jepang, shish kebab di Turki, di Kaukasia disebut shashlik, orang Tiongkok menyebutnya chuanr, atau yang mirip nama dan sajiannya dengan di Indonesia, yakni sosatie di Afrika Selatan.

 

Saking populer dan banyak diminati masyarakat internasional, membuat kuliner satu ini berada di peringkat ke-14 dalam buku World & 50 Most Delicious Foods atau 50 Hidangan Paling Lezat di Dunia, pada 2011 silam.

Jika berbicara kekhasan rasa, kita mengenal maranggi, baik dari daging kambing, sapi, atau kerbau. Sate rasa unik ini, lebih mirip dendeng, karena ada rasa manis di lidah. Konon, sate jenis ini berasal dari Cianjur, namun ada juga yang menyebut Purwakarta. Selain itu, yang memiliki kekhasan dalam hal rasa, adalah sate Padang.

Namun, jika berbicara kekhasan bahan, salah satu yang berbeda dari kebanyakan lainnya, adalah sate kelinci. Mumun (30), pedagang sate kelinci di Jalan Selabintana KM 6, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, menangkap peluang tersebut.

Tekstur, warna, dan rasa daging kelinci, memang mirip dengan daging ayam broiler. Itulah sebabnya, banyak pedagang sate kelinci nakal yang mencampurnya dengan daging ayam.

Karena alasan itulah, Mumun dan suaminya, Beni Yudin (35), lebih memilih daging kelinci liar. “Kelebihan kita, tidak pernah mencampur daging kelinci dan ayam. Kalau ayam ya sate ayam aja. Kami sediakan bermacam-macam sate, tapi menu andalan kami sate kelinci,” terang Beni kepada sukabumiupdate.com, Jumat (9/12).

Menurut penuturan Beni, daging kelinci mengandung kadar kolesterol rendah, selain sehat bagi jantung, mencegah asam urat, juga meringankan asma, ”Itu kata ahli medis, bukan kata saya,” imbuhnya.

Kelincinya pun, ia pilih dari peternak kelinci liar di daerah Subangjaya dan Palasari di kecamatan yang sama. “Karena bukan ternak modern, dari satu ekor kelinci, kami hanya mendapatkan sekira enam puluh tusuk saja," jelas Beni. "Kalau ada waktu senggang, saya suka mencari kelinci hutan ke daerah Pajampangan," imbuhnya.

Sajian sate kelinci di kedai ini, menjadi terasa maknyus di lidah, ketika dicampur bumbu kacang kental dan perasan jeruk limau, serta ditaburi bawang goreng untuk menambah wangi aromanya. Rasanya pun kian ajib, dengan tambahan sambal cabe rawit yang dihidang terpisah, plus irisan acar mentimun dan wortel berbentuk dadu.

Pasti penasaran, kan?

Reporter: DANANG HAMID
Redaktur: ANISA SITI RIZKIA
Berikan Komentar


Rekomendasi untuk Anda

PT Suryanusa Nadicipta Gandeng TNI Rintis Ketahanan Pangan di Kabupaten Sukabumi
Promoted Content

PT Suryanusa Nadicipta Gandeng TNI Rintis Ketahanan Pangan di Kabupaten Sukabumi