Rabu, 18 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Pakansi

Bakso Kuburan Mantan, Kuliner Mengejutkan dari Eks TKI Asal Sukabumi
Curug Sawer, Tak Ada Tempat Seperti Ini
Mitos Ki Hamali di Balik Keindahan Curug Cikaso
Ini Sungai Terpendek di Sukabumi, Mungkin Juga di Indonesia, Bahkan Dunia
Pantai Ujung Genteng Segera Miliki Masjid Terapung
Dapoer Mang Boel, Tongkrongan Hits Remaja Sukabumi
Curug Banteng, Kabupaten Sukabumi, Pilihan Wisata Akhir Pekan
Mitos Kamar 308 Inna Beach Hotel Palabuhanratu
Sediakan Warung Sarapan Gratis, Pria di Kota Sukabumi Ini Patut Ditiru
Mau Tahu Jika Curug Cikaso Kabupaten Sukabumi Ngamuk? Sekarang Saatnya


Ngabuburit Sambil Main Layangan, Datang Saja ke Sukamantri Kabupaten Sukabumi

Selasa, 06 Juni 2017 - 00:33:59 WIB


Ngabuburit Sambil Main Layangan, Datang Saja ke Sukamantri Kabupaten Sukabumi
© Panji AP
1. Seorang pembeli memilih layang-layang. 2. Warga asyik bermain layang-layang di tengah sawah.

SUKABUMIUPDATE.com - Banyak cara dilakukan masyarakat menunggu datangnya adzan magrib di Bulan Suci Ramadhan ini. Salah satunya, bermain layang-layang di lahan kosong dan persawahan kering, seperti dilakukan puluhan warga di sekitar Jalan Lingkar Selatan, Desa Sukamantri, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Bukan hanya anak-anak saja yang bermain layangan. Tetapi orang tua yang sudah uzur pun tak mau ketinggalan. Biasanya warga mulai bermain layangan sekitar pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Selain mengadu layangan dan menyalurkan hobi, para pecinta layangan ini mengaku, sengaja menghabiskan waktu bermain layangan bersama warga lainnya. 

BACA JUGA: Ngabuburit Yuk, di Perkebunan Teh Jayanegara Kabupaten Sukabumi

“Memang kalau cuaca mendukung, kebanyakan warga di sini memilih ngabuburit dengan bermain layangan,” ujar Bahtiar (35) seorang warga Desa Sukamantri kepada sukabumiupdate.com, Senin (5/6) sore.

Ungkapan serupa dilontarkan Akfal (11), warga setempat. Anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) kelas V ini mengaku, senang dengan kegiatan tersebut.

“Saya mah tidak tiap hari main layangannya. Ini baru pertama kali, dan gak menang. Kalah sama yang main sebelah di sana,” kata Afkal sambil menunjuk sekumpulan orang di arah Timur.

BACA JUGA: Ngabuburit Sambil Rapling di Cagar Alam Pinangjajar Kabupaten Sukabumi

Apalagi di lokasi itu terdapat penjual layangan lengkap dengan benang atau gelasan, membuat warga seolah tidak merasakan pergantian waktu. Putus satu, beli satu. Terkadang wajah mereka terlihat tegang, kadang pula tersenyum saat melihat layangan pemain lain putus benangnya.

Yadi Setiaji (45) warga Keamatan Cisaat, seorang penjual layangan mengaku, semenjak layangan dijadikan sarana ngabuburit, sedikitnya ia bisa menjual 50 hingga 100 buah.

“Harganya murah. Hanya 1.500 Rupiah per layangan. Itu harga layangan pesanan, kalau layangan sayur hanya seribu Rupiah. Kalau untuk benang gelasan, ada yang 40 ribu, ada pula yang 50 ribu Rupiah,” katanya

Reporter: PANJI AP/Kontributor
Redaktur: RONY M SAMOSIR
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar