Senin, 21 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sainstek

Robot Seks Harmony Harganya Setara Mobil LCGC di Indonesia
Hujan Es di Bandung, Ini Perbedaannya dengan Salju
Remaja 19 Tahun Ini Raup Ratusan Juta Sebagai Gamer Profesional
Kembangkan Pesawat Jet, Honda Habiskan 1 Miliar Dolar AS
Mahasiswa Unibraw Kembangkan Alat Pendeteksi Kualitas Udara
Headphone Beat Meledak di Wajah, Apple Tolak Beri Kompensasi
Mahasiswa Surabaya Bikin Alat Pengisi Biogas ke Tabung Melon
Dua Alasan Nokia 3310 Klasik Tidak Berfungsi di AS
Hadapi Ransomware WannaCry, Jangan Hanya Andalkan Antivirus
Samsung Galaxy S8 Dikabarkan Dilengkapi Fitur Pengenal Wajah


NASA Bangun Gerbang Ruang Angkasa Menuju Mars

Sabtu, 13 Mei 2017 - 10:54:46 WIB


NASA Bangun Gerbang Ruang Angkasa Menuju Mars
© blogs.discovermagazine.com
Ilustrasi astronot di planet Mars.

SUKABUMIUPDATE.com - Columbia - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berencana membangun sebuah stasiun ruang angkasa kecil yang mengorbit ke bulan di ruang yang dikenal sebagai cislunar. Seperti dikutip dari laman berita CNET, stasiun ini nantinya akan berfungsi sebagai "gerbang untuk pergi ke Mars". Cislunar adalah daerah di sekitar bulan.

"Atau simpul transit transportasi bagi kita di ruang cislunar sebelum masuk ke Mars," kata Greg Williams, perwakilan dari NASA, dalam Konferensi Perjalanan Manusia ke Mars di Washington D.C, Selasa lalu. NASA menyebut gerbang ini dengan nama Deep Space Gateway.

Gerbang di Cislunar, kata Williams, juga salah satu cara untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat bahwa NASA bisa melakukan operasi ruang angkasa. Nantinya, gerbang akan terhubung dengan pesawat antariksa Orion dan mampu menampung empat awak kapal selama satu bulan sekaligus.

Williams mengatakan, serangkaian peluncuran akan dibutuhkan dari tahun depan hingga 2026 untuk membangun gerbang ini. Begitu gerbang selesai, maka akan jadi area pamer kekuatan untuk membawa manusia lebih jauh menjelajah ke ruang angkasa.

Deep Space Gateway akan dibekali dengan sebuah modul yang menjadi tempat tinggal para astronot selama berada di orbit bulan. Ini adalah akhir dari fase pertama. "Dengan gerban ini kami akan memiliki cukup infrastruktur untuk ekspedisi 1.000 hari pertama di Mars," ujar Williams.

Selain itu, seperti dikutip dari laman Tech Times, NASA juga akan membangun sebuah kendaraan antariksa bernama "Deep Space Transport" (DST). Pesawat bisa digunakan berulang kali dan akan digunakan untuk membawa para astronot ke Mars, serta memulangkan mereka kembali ke "Gerbang".

Itulah sederet rencana NASA untuk mendaratkan manusia pertama ke Mars pada 2033. Williams mengatakan, NASA bisa bekerja sama dengan mitra komersial swasta dan internasional dalam pembangunan Deep Space Gateway atau Gerbang menuju Mars ini. 

 

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: SAINSTEK

Berikan Komentar