Selasa, 26 September 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Internasional

Marwan Persentasikan Geopark Ciletuh Palabuhanratu Dihadapan 50 Delegasi Negara Peserta GGN
Mungkinkah Nabi Adam Itu Siwa? Ataukah Buddha?
Rusia Blokir Dua Situs Porno Ternama
Kereta Tergelincir, Dua Orang Tewas dan Puluhan Terluka
ISIS Kehilangan Tokoh Propaganda
Nahas, Kereta Tergelincir dan Tabrak Rumah
Nonton Orang Bunuh Diri, Dua Warga Justru Tewas, Kok Bisa?
Sadis, Ayah Siarkan Aksi Bunuh Bayi Kandung dan Bunuh Diri Lewat Facebook
Truk dan Bus Bertabrakan Tewaskan 12 Orang
Tragis, Nenek Ini Tinggal di Kandang Babi Bertahun-tahun


Mungkinkah Nabi Adam Itu Siwa? Ataukah Buddha?

Senin, 01 Agustus 2016 - 17:12:23 WIB


Mungkinkah Nabi Adam Itu Siwa? Ataukah Buddha?
© dok.idtimewa
ilustrasi

Sebagian umat Muslim meyakini bahwa Nabi Adam As. mempunyai postur yang sangat tinggi, kabarnya lebih dari 27 meter. Seperti halnya umat Nasrani, Muslim juga meyakini bahwa Adam As. Dan juga istrinya Hawa menghuni surga sebelum akhirnya diturunkan ke bumi. Dalam Al Qur’an, Nabi Adam disebut sebanyak 25 kali dan dikatakan turun ke bumi di tempat yang berbeda dengan Hawa. Lalu, di manakah Adam pertama kali menjejakkan kaki di bumi?

Ada banyak klaim perihal di mana Adam menjejakkan kaki di bumi. Salah satunya adalah klaim bahwa Adam diturunkan di satu puncak gunung di Sri Lanka. Puncak tersebut pun dikenal dengan nama Puncak Adam (2.243 meter di atas permukaan laut/mdpl). Sementara orang setempat menyebutnya Sri Pada yang artinya Tapak Kaki Suci. Indikasi bahwa Adam pertama kali menjejakkan kaki di Bumi di tempat tersebut adalah keberadaan sebuah tapak kaki super besar.

Panjang tapak kaki itu sekitar 170 cm dengan lebar mencapai kurang lebih 76 cm. Masuk akal. Nabi Adam As. yang tingginya 27 meter pasti akan memiliki kaki sebesar itu. Siapa lagi lalu kalau bukan Nabi Adam As.! Demikian klaim tersebut menyebar dari mulut ke mulut, sehingga ada sebagian umat Muslim menjadikan Puncak Adam sebagai tempat suci, dan mereka sering menziarahinya.

Adam-Siwa-Buddha        

Rupanya klaim terhadap tapak kaki raksasa di Puncak Adam itu tak hanya dilakukan umat Muslim. Umat Hindu, Buddha dan Nasrani pun membuat klaim yang berbeda. Umat Hindu mengklaim tapak raksasa tersebut adalah jejak kaki Dewa Siwa. Siwa adalah salah satu dari tiga dewa utama yang diyakini umat Hindu. Untuk diketahui, umat Hindu Sri Lanka sangat mengagungkan Siwa.

Berbeda dengan umat Hindu, umat Buddha mengklaim bahwa tapak raksasa itu adalah tapak suci sang Buddha. Sang Buddha membuat tapak suci itu saat ia mengunjungi Sri Lanka. Sampai kini, banyak biksu Buddha yang melakukan ziarah dan berdoa di tapak suci tersebut.

Lalu, seperti juga Muslim, umat Nasrani mengklaim tapak suci tersebut adalah bekas jejak kaki Nabi Adam. Namun, ada juga sebagian kecil umat Nasrani menyebut tapak suci itu adalah jejak kaki Santa Thomas, yaitu salah satu dari 12 Rasul dalam ajaran Nasrani. Menurut tradisi Nasrani, Santa Thomas pergi untuk menyebarkan ajaran Yesus di Muziris, Tamilakam (sekarang India) pada tahun 52 M dan membaptis beberapa orang. Santa Thomas disebut sebagai pendiri Saint Thomas Christians atau Nasrani.

Walhasil, Puncak Adam menjadi tempat suci empat agama. Mereka semua dating menziarahi Puncak Adam dengan keyakinan mereka masing-masing. Para peziarah biasanya berdatangan pada bulan Desember sampai Mei karena di luar bulan itu Puncak Adam sangat sulit untuk didatangi karena hujan yang lebat, angin yang ekstrim, dan kabut yang super tebal. Tak hanya peziarah, turis dari manca Negara pun berdatangan ke Puncak Adam untuk menikmati pemandangan yang indah.

Uniknya, walaupun dijaga dan dikelola oleh para biksu agama Buddha, namun mereka mengijinkan penganut agama lain untuk datang dan berziarah. Oleh karena itu, pemandangan berbagai penganut agama berdoa bersama dengan caranya masing-masing di Puncak Adam adalah hal yang biasa. Tak ada pertentangan diantara mereka, semuanya khusyuk berziarah. Bahkan ada juga yang berujar, jangan-jangan Adam, Siwa, dan sang Buddha adalah sama. Orangnya itu-itu juga! Wallahu a’lam bishawab.

Dikunjungi Marco Polo dan Ibnu Batutah   

Sedemikian terkenal Puncak Adam sampai-sampai banyak penjelajah terkenal dunia mengunjunginya. Nama-nama beken seperti Marco Polo dan Ibnu Batutah dikabarkan pernah mengunjungi Puncak Adam. Marco Polo adalah penjelajah asal Venesia, Italia yang dikenal baik di kalangan umat Nasrani dan kerap dijadikan rujukan penyebaran agama Nasrani/Kristen. Marco Polo mencatat bahwa Puncak Adam adalah sebuah tempat ziarah yang penting. Namun demikian ia tidak menyebut keberadaan tapat kaki raksasa.

Sementara itu, Ibnu Batutah adalah penjelajah asal Maroko yang namanya harum di kalangan umat Muslim. Ibnu Batutah mendaki Puncak Adam yang ia sebut dengan nama Sarandib pada tahun 1344 masehi. Dalam deskripsinya, ia menyebut sebuah jalan bertangga dan sebuah tempat seperti kandang berbahan besi lengkap dengan rantainya yang digunakan untuk membantu para peziarah mendaki.

Kini, tak hanya peziarah, setiap tahunnya ribuan turis datang ke Puncak Adam. Tak hanya tapak kaki raksasa yang mereka hendak lihat, tetapi juga pemandangan alam yang luar biasa indahnya. Legenda tentang Adam, Siwa, Buddha, dan Santa Thomas menjadi promosi yang tak ternilai bagi Puncak Adam. Terlepas dari benar tidaknya Nabi Adam menjejakkan kaki di situ, ataukah Siwa, ataukah Buddha, Puncak Adam adalah landmark yang menjadi simbol di mana para penganut agama bisa hidup berdampingan dan saling menghormati! (Egi GP)

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com



Berikan Komentar