Minggu, 22 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi
Polsek Cicurug Gelar Olah TKP di PT Koin Baju Global Kabupaten Sukabumi
Tiga Rumah dan Dua Mobil Hilang Tergerus Banjir Cidolog Kabupaten Sukabumi


Mulai Tercemar, 50 Tahun Warga Cirengrang Kabupaten Sukabumi Manfaatkan Air Sungai

Kamis, 13 April 2017 - 00:31:30 WIB


Mulai Tercemar, 50 Tahun Warga Cirengrang Kabupaten Sukabumi Manfaatkan Air Sungai
© Ragil Gilang
Seorang warga Cirengrang Kabupaten Sukabumi mengambil air dari aliran sungai untuk kebutuhan sehari-hari.

SUKABUMIUPDATE.com – Selama 50 tahun, warga Kampung Cirengrang RT 02/06, Kedusunan Cimanggu, Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, manfaatkan air dari aliran Sungai Cihampar untuk kebutuhan mandi cuci kakus (MCK).

Namun, kini kondisi air di sungai itu sudah mulai tercemar. Bahkan sejumlah warga mengalami muntaber karena mengonsumi air tersebut. “Kami sudah sering mengajukan pengadaan air bersih. Selama ini belum ada tanggapan,” terang Kepala Dusun Cimanggu, Iman (31), kepada sukabumiupdate.com.

BACA JUGA:

Ingin Nonton TV, Pemdes Rambay Kabupaten Sukabumi Tagih Janji Kementerian ESDM

Ini Sejarah Berdirinya SDN Cirengrang Kabupaten Sukabumi

Ini Moda Transportasi Warga Cirengrang Kabupaten Sukabumi

Iman menyebut, di Kedusunanya itu terdapat 370 jiwa, tersebar di tiga Rukun Tetangga (RT). “Dari jumlah itu, sekitar 80 persen menggunakan air dari sungai itu untuk memasak, mandi, mencuci. Sekarang air sungai ini sudah tidak bersih lagi. Warga di hulu sungai ini memanfaatkan aliran air sebagai sarana MCK. Kami yang di hilir terkena cemaran limbah masyarakat,” paparnya.

Sementar Ketua RT 02/06 Arin (45), mengungkapkan, untuk menutupi kebutuhan air bersih, warga terpaksa mengambil air dari mata air Cirempak berjarak 2,5 kilometer dari pemukiman warga.

“Mata air Cirempak ini sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai sumber pengadaan air bersih, dengan cara dialirkan menggunakan pipa. Mata air ini tidak pernah kering walau kemarau panjang. Tapi karena warga tidak memiliki modal membeli pipa, saat ini pengambilan air masih secara konvensional,” tuturnya.

Reporter: RAGIL GILANG/Kontributor
Redaktur: RONY M SAMOSIR
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar