Senin, 21 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

22 Tahun AQUA Ambil Air di Sukabumi Tanpa Izin
Tewas di Kolam Renang Cimalati, Pelajar SMA N 1 Parungkuda Kabupaten Sukabumi
Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Bertambah, Korban Jambret Payudara di Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
Siapa Preman di Balik Kasus Pungli Naker di Pabrik GSI Kabupaten Sukabumi?
DPRD Kabupaten Sukabumi Rekomendasikan Penutupan Sementara Pabrik Aqua
Kronologis Rusuh BBRP dan PP di Pamuruyan Kabupaten Sukabumi
Lagi, Pantai Citepus Kabupaten Sukabumi Telan Korban Jiwa
Marak Aksi Jambret Payudara, Ini Kesaksian Dua Wanita Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
BBRP dan PP Perang di Pamuruyan Cibadak Kabupaten Sukabumi


Mulai Tercemar, 50 Tahun Warga Cirengrang Kabupaten Sukabumi Manfaatkan Air Sungai

Kamis, 13 April 2017 - 00:31:30 WIB


Mulai Tercemar, 50 Tahun Warga Cirengrang Kabupaten Sukabumi Manfaatkan Air Sungai
© Ragil Gilang
Seorang warga Cirengrang Kabupaten Sukabumi mengambil air dari aliran sungai untuk kebutuhan sehari-hari.

SUKABUMIUPDATE.com – Selama 50 tahun, warga Kampung Cirengrang RT 02/06, Kedusunan Cimanggu, Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, manfaatkan air dari aliran Sungai Cihampar untuk kebutuhan mandi cuci kakus (MCK).

Namun, kini kondisi air di sungai itu sudah mulai tercemar. Bahkan sejumlah warga mengalami muntaber karena mengonsumi air tersebut. “Kami sudah sering mengajukan pengadaan air bersih. Selama ini belum ada tanggapan,” terang Kepala Dusun Cimanggu, Iman (31), kepada sukabumiupdate.com.

BACA JUGA:

Ingin Nonton TV, Pemdes Rambay Kabupaten Sukabumi Tagih Janji Kementerian ESDM

Ini Sejarah Berdirinya SDN Cirengrang Kabupaten Sukabumi

Ini Moda Transportasi Warga Cirengrang Kabupaten Sukabumi

Iman menyebut, di Kedusunanya itu terdapat 370 jiwa, tersebar di tiga Rukun Tetangga (RT). “Dari jumlah itu, sekitar 80 persen menggunakan air dari sungai itu untuk memasak, mandi, mencuci. Sekarang air sungai ini sudah tidak bersih lagi. Warga di hulu sungai ini memanfaatkan aliran air sebagai sarana MCK. Kami yang di hilir terkena cemaran limbah masyarakat,” paparnya.

Sementar Ketua RT 02/06 Arin (45), mengungkapkan, untuk menutupi kebutuhan air bersih, warga terpaksa mengambil air dari mata air Cirempak berjarak 2,5 kilometer dari pemukiman warga.

“Mata air Cirempak ini sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai sumber pengadaan air bersih, dengan cara dialirkan menggunakan pipa. Mata air ini tidak pernah kering walau kemarau panjang. Tapi karena warga tidak memiliki modal membeli pipa, saat ini pengambilan air masih secara konvensional,” tuturnya.

Reporter: RAGIL GILANG/Kontributor
Redaktur: RONY M SAMOSIR
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar