Rabu, 18 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Pakansi

Bakso Kuburan Mantan, Kuliner Mengejutkan dari Eks TKI Asal Sukabumi
Curug Sawer, Tak Ada Tempat Seperti Ini
Mitos Ki Hamali di Balik Keindahan Curug Cikaso
Ini Sungai Terpendek di Sukabumi, Mungkin Juga di Indonesia, Bahkan Dunia
Pantai Ujung Genteng Segera Miliki Masjid Terapung
Dapoer Mang Boel, Tongkrongan Hits Remaja Sukabumi
Curug Banteng, Kabupaten Sukabumi, Pilihan Wisata Akhir Pekan
Mitos Kamar 308 Inna Beach Hotel Palabuhanratu
Sediakan Warung Sarapan Gratis, Pria di Kota Sukabumi Ini Patut Ditiru
Mau Tahu Jika Curug Cikaso Kabupaten Sukabumi Ngamuk? Sekarang Saatnya


Minum Kopi yang Meninggalkan Jejak di Lidah Warga Pamatutan Kabupaten Sukabumi

Minggu, 25 Desember 2016 - 13:48:32 WIB


Minum Kopi yang Meninggalkan Jejak di Lidah Warga Pamatutan Kabupaten Sukabumi
© Bagea Awi
Singkong Goreng dan Espresso

SUKABUMIUPDATE.COM - Jejak, secara bahasa bisa bermakna bukti sesuatu peninggalan yang membekas, baik secara fisik dan rasa. Jejak yang bisa dilihat dan dirasakan.

Berbicara rasa, Anda juga bicara hati dan perasaan, sekaligus taste. Yogi Juansyah (24), mengemas kopi dengan jejak rasa yang meninggalkan kesan berbeda di lidah.

Yogi mendirikan Jejak Coffee di Kampung Pamatutan Hilir, Desa/Kecamatan Bojonggenteng. Lokasi tepatnya berada di jalur Parungkuda menuju Kalapanunggal.

"Ini baru template, sekaligus uji coba. Sambutannya sudah cukup bagus, dari hari ke hari terus meningkat. Namun kebanyak dari luar kecamatan. Rencananya 2017 mau bikin juga di daerah Parungkuda," terang Yogi.

Ditambahkannya, pada kedai dengan konsep retro berukuran 12x20 meter persegi ini, ragam sajian menu ditawarkan. Selain kopi dengan ragam jenis dan varian, juga camilan yang dikemas unik pun dijajakan di sini.

Untuk kopi, dari mulai Kopi Bali, Aceh Gayo, Toraja, Papua, hingga lokal Kopi Halimun Salak menjadi menu kopi unggulannya. Sedangkan untuk camilan, selain tradisional, juga modern.

Yang unik, menu singkong goreng khas Jejak Coffee ini dikemas seperti sate. Empat potong kecil berbentuk dadu, disatukan dengan tusukan sate, lalu digoreng, kemudian ditaburi keju parut dan sedikit susu kental manis. Rasanya maknyus.

Berbicara soal harga, terbilang murah meriah. Untuk dua cangkir double espresso dan sate singkong goreng, barista yang pernah bekerja di salah satu hotel di Jogjakarta ini, mematok harga Rp23 ribu.

Nah, jika Anda dari arah Parungkuda hendak berwisata ke Gunung Halimun dari pintu utama di Kecamatan Kabandungan, atau hendak nongkrong di perkebunan teh atau helipad di Jayanegara, jangan lupa sempatkan mampir di Jejak Coffee.

Reporter: BAGEA AWI/Kontributor
Redaktur: ANISA SITI RIZKIA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: LIFE

Berikan Komentar